Kompas.com - 25/04/2013, 10:05 WIB
EditorI Made Asdhiana

Desir riak-riak sungai ditambah suara-suara satwa liar bagaikan alunan musik alam yang menemani tidur. Sedikit goyangan kapal yang membuai membuat para penumpang kian terlelap. Jika jumlah wisatawan cukup banyak, tidur di rumah penduduk setempat bisa menjadi pilihan lain.

Di beberapa lokasi juga terdapat lahan yang layak didirikan tenda untuk bermalam sambil memasak makanan. Perjalanan jauh, misalnya, pernah dilakukan wisatawan Australia pada pertengahan tahun 2012 yang berkunjung ke betang Tumbang Malahui di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng.

Betang adalah rumah panjang khas suku Dayak. Selama perjalanan tiga hari, wisatawan sangat antusias apalagi saat mengunjungi betang yang telah berusia hampir 150 tahun itu. Keramahan masyarakat menjadi pesona tersendiri saat melakukan susur sungai.

Soros-Bung Karno

Alternatif lain yakni menjelajah Taman Nasional Sebangau dengan keindahan ekosistemnya, melihat lahan gambut termasuk keragaman flora dan fauna khas Kalteng, menikmati panorama beberapa danau, bertualang di rimba, dan menjalani aktivitas masyarakat setempat.

Sendi-sendi kehidupan lokal disentuh dengan belajar menyadap karet, mencari rotan, dan memancing ikan. Tentunya, menikmati keunikan ritual budaya dan mencoba kuliner Dayak sudah termasuk dalam wisata. Selain Lasang Teras Garu, susur sungai bisa dinikmati dengan kapal Getek Tahasak Danum.

Kapal itu bisa mengangkut hingga 25 orang dengan jumlah wisatawan minimal 10 orang. Tarif dan paket-paket wisata yang ditawarkan tak berbeda dengan Lasang Teras Garu. Gamaliel mengatakan, tarif susur sungai di Kalteng termasuk murah dibandingkan wisata di luar negeri.

”Di Afrika, tarif melihat gorila sebesar 5.000 dollar AS (sekitar Rp 45 juta). Itu pun belum tentu berhasil. Di sini sudah pasti melihat orangutan,” katanya sambil tertawa. Tak terhitung pejabat, artis bahkan tokoh global yang sudah merasakan susur sungai.

George Soros, investor dunia itu, misalnya, terkagum-kagum menikmati panorama Sungai Kahayan sehari penuh pada tahun 2010. Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng Sabran Achmad menjelaskan, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pun melakukan perjalanan selama dua hari menyusuri sungai menuju Palangkaraya.

”Soekarno berangkat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan kapal untuk menghadiri peresmian Palangkaraya sebagai ibu kota Kalteng pada tahun 1957,” tutur Sabran.

Sungai-sungai di Kalteng, seperti halnya berbagai daerah lain di Indonesia, sarat dengan jejak peradaban masa lampau. Betang-betang berusia ratusan tahun dibangun di tepi sungai. Sejak kapan sungai menjadi urat nadi perhubungan di Kalteng, tak diketahui pasti. Namun, buku Pakat Dayak bisa menjadi acuan.

Dalam buku yang ditulis Prof M Usop MA terbitan Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Batang Garing tahun 1996 itu dijelaskan, manusia pertama, yakni kaum Melayu Tua, masuk ke Kalimantan diperkirakan pada 4.000 hingga 1.000 tahun sebelum Masehi.  (Dwi Bayu Radius)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Kebun 123, Wisata Tanaman Hias di Kabupaten Malang yang Instagramable

Jalan Jalan
Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Sanur Bali Bakal Jadi KEK Kesehatan dan Pusat Wisata Medis

Travel Update
Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Pop Art Jakarta 2022 Digelar Mulai 12 Agustus, Ini Cara Pesan Tiketnya

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

HUT Ke-77 RI, Upacara 17 Agustus Akan Digelar di Puncak Gunung Talang

Travel Update
Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jelajahi Ngarai Sianok Sumatera Barat dengan Naik Jip Off-Road

Jalan Jalan
Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan ke Taman Dinosaurus Potorono, Wisata Anak Yogyakarta yang Gratis

Jalan Jalan
Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Kemenparekraf Siapkan Pola Perjalanan untuk Wisatawan ke TN Komodo

Travel Update
Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Tips Berkunjung ke Sawah Segar Sentul Bogor, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Delegasi G20 Akan Kunjungi Museum Maritim di Belitung

Travel Update
Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Peringati Haul Leluhur Setiap 10 Muharram, Warga Gondanglegi Malang Gelar Arak-Arakan

Travel Update
Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.