Nikmatnya Gohu Ikan dan Kasbi Rebus

Kompas.com - 28/04/2013, 11:59 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

MOROTAI, KOMPAS.com – Gohu ikan merupakan salah satu makanan khas daerah Maluku Utara. Gohu ikan disajikan dalam menu sebagai pendamping makanan, yakni nasi ataupun pupeda. Namun banyak pula yang lebih suka memilih sagu lempeng sebagai makanan pokoknya untuk menikmati gohu ikan.

Makanya masyarakat Maluku Utara bila menyebut gohu ikan, sudah dalam benaknya pasti ada sagu lempeng. Ada pula yang menikmati gohu ikan dengan kasbi (ubi) rebus. Tergantung selera masing-masing orang di sana menyantap gohu ikan yang mirip dengan makanan Jepang, sasimi.

Saya memilih kasbi rebus sebagai makanan pokok untuk menikmati gohu ikan. Maklum saja, kasbi rebus ini ternyata ada santannya juga. Sedikit menambah selera makan.

Di samping itu, ternyata ada juga pisang goreng yang telah disediakan mama Askia (47), warga desa Yayasan Kecamatan Morotai Selatan yang kebutulan memasak gohu ikan. “Kalau makan gohu colo pake pisang rebus atau kasbi rebus itu lebih sadaap!” goda Mama Askia, Minggu (14/4/2013).

Ada rasa yang khas saat menikmati gohu ikan dengan kasbi rebus. Sudah pasti kasbi yang direbus menggunakan santan kelapa itu sedikit memberikan rasa manis bercampur gurih. Gohu Ikan juga tidak kalah penting membuat selera makan menjadi-jadi.

Daging ikan yang dicincang halus masih memberikan kesegaran. Maklum, gohu ikan tidak dimasak menggunakan api. Ikan segar itu hanya diperas dengan air lemon. Biasanya warga di sana membuat gohu ikan menggunakan lemon cui (sejenis jeruk nipis tapi ukurannya kecil). Air lemon ini yang membuat daging ikan menjadi matang dengan sendirinya. Karenanya, rasa khas gohu ikan adalah asam lantaran lemonnya.

Rasa pedas sudahlah tentu. Bayangkan saja, puluhan cabe rawit (di Maluku Utara disebut rica gufu) berwarna merah itu digiling lalu disirami saat proses pembuatan gohu ikan.

Jangan disangka ikan yang tidak dimasak menggunakan api itu memberikan bau anyir. Ketika sudah menjadi gohu ikan, aromanya sangat khas. Ini karena racikan rajangan mama Askia yang begitu hebat membuat bau anyir lenyap seketika.

“Pedas tapi segar!,” kata Hendro Kusumo, warga Jawa Tengah yang menemani menikmati gohu ikan dalam kedinginan hujan saat itu.

Memang pas kalau gohu ikan disantap dalam suasana yang dingin. Maklum saja, rasa pedasnya membuat keringat sempat bercucuran. Meski begitu, daging ikan segar rasa asam itu tetap saja menggoda lidah untuk tetap mencicipinya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X