Rombongan Pertama Turis China Kunjungi Paracel

Kompas.com - 28/04/2013, 18:14 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BEIJING, KOMPAS.com - Seolah tak peduli dengan kegusaran negara-negara anggota ASEAN sebelumnya, China melanjutkan program kunjungan wisatawannya ke kawasan sengketa, Kepulauan Paracel, di Laut China Selatan.

Sejumlah surat kabar China mengabarkan, untuk pertama kalinya serombongan turis asal China akan berlayar dengan kapal pesiar menuju kepulauan itu.

Menurut surat kabar The Global Times, sebanyak 100 orang turis itu masing-masing membayar sekitar 1.135 dolar Amerika Serikat untuk mengikuti paket perjalanan wisata selama empat hari. Jika perjalanan perdana itu sukses, ke depan wisata kapal pesiar tersebut akan dilakukan setiap sekali atau dua kali sebulan.

Sementara surat kabar Shanghai Morning Post menyebutkan, hanya mereka yang dalam "kondisi sehat" dan tidak "berberat badan normal" saja yang diperbolehkan mengikuti paket wisata itu.

Sebelumnya seperti diwartakan Kompas, para menteri luar negeri negara-negara anggota organisasi kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sempat berang menyikapi rencana China menjadikan wilayah sengketa itu sebagai lokasi wisata. Sebelumnya China juga telah membangun sebuah kota baru, Shansa, di wilayah itu berikut markas garnisun militer beserta pasukannya di sana.

Dalam pertemuan antarmenlu ASEAN (AMM) di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, awal bulan ini, para menlu menilai apa yang dilakukan China telah melukai kesepakatan bersama dalam bentuk Deklarasi Tata Berperilaku Pihak-pihak di Laut China Selatan (DOC). DOC dihasilkan dan ditandatangani para kepala negara ASEAN dan China, yang hadir di KTT ASEAN, 4 November 2002, di Phnom Penh, Kamboja.

 

 

Sumber: AFP

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X