Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/05/2013, 11:27 WIB
EditorI Made Asdhiana

”Dinamai Goa Jin karena memang berbentuk goa gelap yang mengarah tegak ke bawah dengan kedalaman mencapai 22 meter. Tentu saja harus menyelam (diving) untuk bisa menikmati panorama di dalamnya,” kata Yunis.

Selain Goa Jin, ada salah satu spot yang jadi favorit penggemar diving di Olele. Spot itu dinamai Salvador Dali yang memiliki spons (rongga) terumbu karang menawan. Nama itu diambil dari nama pelukis ternama asal Spanyol yang dikenal beraliran surealis. Dinamai demikian karena rongga-rongga terumbu karang tersebut mirip karya lukisan Salvador Dali.

”Ada lagi spot diving yang disukai turis, seperti coral pole (tiang karang), beehive (bunga karang berbentuk sarang lebah), atau traffic jam. Dinamai traffic jam karena siapa pun yang menyaksikan terumbu karang itu akan berhenti terpesona dan menimbulkan ’kemacetan’ bagi penyelam,” tutur Yunis.

Bagi penggemar fotografi dalam laut, spot ini juga cukup menarik dijadikan obyek bidikan kamera. Selain dangkal, warna kontras terumbu karang dan aneka ikan warna-warni sudah cukup untuk diabadikan. Spot Goa Jin sekaligus kerap jadi lokasi beristirahat bagi wisatawan karena letaknya yang agak menjorok ke darat dan ada batu karang untuk sekadar duduk melepas lelah.

Salah satu pengunjung di Olele, Verrianto Madjowa (41), mengaku terkesima dengan keindahan panorama dalam Laut Olele. Dibandingkan dengan Bunaken di Sulawesi Utara, Togean di Sulawesi Tengah, dan Tanjung Benoa di Bali, Olele memiliki corak dan model terumbu yang lebih variatif. Di Bunaken dan Tanjung Benoa, terumbu karang dominan berbentuk dinding. Namun, tidak demikian di Olele.

”Terumbu karang di Olele bervariasi. Mulai dari model dinding, sarang tawon, atau landai, dengan kondisi relatif dangkal. Terumbu karang Olele ibarat surga bagi penikmat fotografi di dalam laut,” ujar Verrianto yang sudah berkeliling ke beberapa lokasi terumbu karang dan menekuni fotografi dalam laut sejak 1994.

Kesan serupa diungkapkan Yunita Anggraeni (23) yang untuk kedua kalinya menikmati snorkeling di Olele. Manajer Pemasaran pada Hotel Quality Gorontalo ini mengaku tetap terkesima dengan keindahan terumbu karang Olele seperti saat ia datang pertama kalinya. Spot Goa Jin adalah spot favoritnya karena banyak bunga karang yang menawan.

Pemerintah Provinsi Gorontalo saat dipimpin Fadel Muhammad kala itu mencanangkan Desa Olele sebagai kawasan wisata pada 2005. Setahun kemudian, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menetapkan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah. Tahun ini, pemerintah daerah berencana semakin menegaskan Desa Olele sebagai kawasan wisata bahari. Penataan permukiman dan sarana-prasarana akan diperbaiki tahun ini, seperti penginapan dan kamar mandi untuk membersihkan tubuh setelah bermain di laut.

Menurut Pelaksana Tugas Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Olele adalah obyek wisata andalan bukan hanya milik Kabupaten Bone Bolango, melainkan Provinsi Gorontalo. Dikenalnya Olele oleh banyak wisatawan mancanegara menjadi nilai jual yang harus dikembangkan. Ke depan, pengelolaan yang lebih profesional di kawasan itu diharapkan bisa memberi sumbangan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Bone Bolango. (Aris Prasetyo)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Ide Foto di Semesta's Gallery, Banyak Spot Instagramable

7 Ide Foto di Semesta's Gallery, Banyak Spot Instagramable

Travel Tips
Naik Kereta di Stasiun Selanjutnya dan Berbeda dari Tiket?

Naik Kereta di Stasiun Selanjutnya dan Berbeda dari Tiket?

Travel Update
April Jadi Bulan Favorit Turis Asing ke Jepang, Apa Alasannya?

April Jadi Bulan Favorit Turis Asing ke Jepang, Apa Alasannya?

Travel Update
Art Jakarta Gardens Hadir Lagi, Bakal Suguhkan Beragam Instalasi Seni

Art Jakarta Gardens Hadir Lagi, Bakal Suguhkan Beragam Instalasi Seni

Travel Update
Wisata ke Obelix Village di Yogyakarta, Ada Apa Saja?

Wisata ke Obelix Village di Yogyakarta, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
Harga Tiket dan Jam Buka Obelix Village, Wisata Baru di Yogyakarta

Harga Tiket dan Jam Buka Obelix Village, Wisata Baru di Yogyakarta

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Semesta's Gallery, Kenakan Pakaian Warna Hitam

5 Tips Berkunjung ke Semesta's Gallery, Kenakan Pakaian Warna Hitam

Travel Tips
Rute ke Obelix Village, Cuma 30 Menit dari Tugu Jogja

Rute ke Obelix Village, Cuma 30 Menit dari Tugu Jogja

Travel Tips
Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Obelix Village, Wisata Baru di Sleman dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Jalan Jalan
3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

3 Penginapan Dekat Resto Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul, Dekat Pantai

Jalan Jalan
4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

4 Tips Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Pilih Waktu yang Tepat

Travel Tips
Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Panduan Wisata ke Restoran Tepi Pantai Segara by Inessya di Gunungkidul

Travel Tips
Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Bulan Larangan, Kawasan Badui Dalam Tertutup untuk Wisatawan

Travel Update
Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Travel Update
8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per MalamĀ 

8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per MalamĀ 

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+