Kompas.com - 04/05/2013, 11:39 WIB
|
Editorkadek

KOMPAS.com - Biasanya, wisatawan yang datang ke suatu destinasi terutama destinasi kota, tak banyak menghabiskan waktu di dalam hotel. Hal tersebut disadari pula oleh pihak Amaris Hotel.

"Orang banyak yang melakukan kegiatan di luar seharian sedangkan hanya perlu waktu tidur saja dan breakfast di hotel," ungkap Hotel Manager Amaris Hotel Season City, Tjatur Prasetya, dalam konferensi pers peresmian Amaris Hotel Season City, di Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Hal tersebut, lanjutnya, membuat beberapa fasilitas yang disediakan hotel pun tak dimanfaatkan oleh tamu secara maksimal. Seperti yang dituturkan oleh CEO Kompas Gramedia, Agung Adi Prasetyo, dalam sambutan pembukaannya, misalnya restoran yang ada di hotel sering sepi saat makan siang karena banyak tamu yang lebih memilih makan siang di luar.

"Ada restoran tapi banyak tamu yang lebih suka makan di luar, di kafe ataupun pinggir-pinggir jalan. Begitu juga lahan parkir yang luas untuk mobil tapi ada juga tamu yang memilih nggak bawa mobil," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Agung, Amaris Hotel Season City sengaja mengurangi fasilitas yang kurang termanfaatkan tersebut. Apalagi, hotel tersebut berada dalam satu gedung dengan mal.

"Karena fasilitas sudah ada tersedia pada mal. Mau makan tersedia berbagai tempat makanan di sana (mal). Mau tempat bermain anak-anak di bawah juga disediakan tempat berbagai arena bermain anak-anak," lanjutnya.

Dengan alasan itulah, ungkap GM Corporate Sales & Marketing Santika Indonesia Guido Andriano, Amaris Hotel memilih untuk membuka hotel barunya berdampingan dengan mal, yakni mal Season City, di Jakarta Barat.

"Zaman sekarang ada hotel-hotel dengan tipikal mereka (tamu) datang hanya untuk tidur, tak menikmati fasilitas yang ada. Lagipula kalau bergabung dengan mal fasilitasnya sudah ada tinggal pelayanan hotelnya saja," tuturnya.

Selain itu, lanjut Guido, adapun alasan lain dibukanya Amaris Hotel Season City, yakni menyediakan tempat inap untuk para pebisnis yang ada di sekitar kawasan bisnis tersebut.

"Target pasar kita dari sini (kawasan Latumenten) hingga Pluit belum ada hotel. Padahal di sini salah satu kawasan blok bisnis. Kebutuhan tamu-tamu bisnis d isini cukup tinggi meski bukan berasal dari perusahaan-perusahaan memang sudah ternama," ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.