Kompas.com - 08/05/2013, 10:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Walau semakin banyak bermunculan hotel budget, Indonesia tetap membutuhkan hotel-hotel ekonomis. Hal tersebut diungkapkan President Director Tauzia Hotel Management, Marc Steinmeyer dalam salah satu sesi diskusi pada acara "Indonesia Hospitality & Tourism Investment Conference" di Jakarta, Selasa (7/5/2013).

"Tapi, bukan berarti pembangunan hotel semua arahnya ke hotel budget. Indonesia memang negara yang luas, tapi tidak masuk akal kalau semua hotel budget. Jangan tutup hotel untuk kelas atas," ungkap Steinmeyer.

Ia menambahkan bahwa pasar hotel-hotel budget untuk wisatawan domestik sangat bagus, terutama Jakarta dan Bali. Tetapi, dia juga melihat turis domestik mulai melirik destinasi-destinasi lainnya, bahkan mulai keluar Indonesia. "Hal ini karena dampak dari maskapai berbiaya rendah," kata Steinmeyer.

Hal senada juga diungkapkan Chief Executive Officer Tune Hotels, Mark Lankester. Menurutnya hotel budget memerlukan platform digital dengan menggandalkan teknologi online dan juga dukungan maskapai berbiaya rendah.

"Dengan adanya maskapai bujet rendah di seluruh dunia, pelancong internasional semakin meningkat. Sehingga biaya perjalanan semakin hemat," kata Lankester.

Sementara itu, Chief Corporate Officer Park Hotel Group, Mohd. K. Rafin, juga melihat hal serupa bahwa pelancong internasional menjadi potensi pasar bagi hotel budget di Indonesia. Sehingga, kesempatan mengembangkan hotel budget masih terbuka di Indonesia.

"Turis Eropa memang lagi turun. Tetapi turis dari Asia Tenggara dan China lagi naik. Selalu ada pengguna-pengguna baru," katanya.

Hanya saja, lanjut Rafin, pertimbangan utama dalam membangun hotel budget adalah pemilihan lokasi. Masih mengenai lokasi, Lankester menyarankan hotel budget sebaiknya berada di lokasi-lokasi urban.

"Seperti kami, lebih ke arah lokasi-lokasi bisnis. Kami tidak cocok di lokasi pantai yang tipikalnya resor," katanya.

Menurut Steinmeyer, bukan berarti lokasi pantai tidak cocok. Sebab seperti Bali, lanjutnya, di bagian selatan lebih bersifat "urban beach", semacam kota urban di tepian pantai.

"Daerah ini butuh hotel-hotel kelas atas seperti bintang empat dan lima, tapi juga perlu hotel menengah, dan juga kelas backpacker. Ini daerah yang urban penuh bisnis tapi juga leisure," tuturnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.