Kompas.com - 08/05/2013, 11:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Hotel butik dipandang mampu menarik kunjungan wisatawan ke suatu destinasi. Walaupun destinasi tersebut bukanlah destinasi wisata favorit.

Chief Executive Officer Yoo Hotels, Marco Nijhof mengungkapkan hal tersebut di salah satu sesi pada acara "Indonesia Hospitality & Tourism Investment Conference" di Jakarta, Selasa (7/5/2013). "Hotel butik bisa saja berada lokasi downtown, tidak harus di pusat kota. Sebab desain dan konsep hotel yang ditawarkan mampu rejuvenate lokasi tersebut," kata Marco.

Memang, lanjut Marco, jika bisa memilih destinasi wisata yang favorit atau lokasi-lokasi populer lebih baik, tetapi bukan menjadi keharusan. Bisa saja, destinasi pilihan kedua. "Sebab, hotel butik memiliki ciri khas desain yang kuat," katanya.

Hotel butik, tambah Marco, mampu memiliki desain unik yang keluar dari keseharian seseorang, tetapi tetap nyaman dan cocok bagi kehidupan orang. "Bukan berarti punya lukisan artistik di dinding kamar hotel, lalu hotel itu berarti hotel butik," ungkapnya.

Selain desain hotel yang kuat dan unik, umumnya hotel dan resor butik memiliki kamar yang sedikit. Seperti diungkapkan Area & Development Director Asia Pacific Small Luxury Hotels of the World, Victor Wong, hotel butik yang dikelola dalam jaringan umumnya memiliki jumlah kamar kurang dari 200.

"Rata-rata hanya 100 kamar dan masing-masing hotel memiliki desain yang kuat. Desain sangat penting. Tiap lokasi dengan latar belakangnya mempengaruhi desain hotel. Misalnya destinasi yang bersejarah, konsepnya pun lebih ke arah situ," katanya.

Bagaimana minat wisatawan terhadap hotel butik? Di Inggris, ungkap Marco, minat wisatawan terhadap hotel butik sangat tinggi.

Sementara itu, Wong menambahkan jika di Asia seperti Bangkok dan Singapura hotel-hotel butik populer pula di Asia.

Sedangkan di Indonesia, seperti diungkapkan Senior Vice President, Design Service, Banyan Tree Holdings Limited, Dharmali Kusumadi, turis domestik apalagi turis asing merupakan potensi besar untuk hotel butik.

"Hotel butik tidak akan bersaing dengan hotel bintang empat atau lima yang biasanya. Karena memang berbeda. Hotel butik bisa mudah diterima potensi pasar di destinasi yang menjadi lokasi hotel tersebut," tambah Dharmali.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.