Kompas.com - 14/05/2013, 09:21 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Makanan tradisional menjadi salah satu menu andalan yang disajikan Oasis Bistro, Aston Hotel & Convention Centre Cirebon. Terutama, menu yang disediakan ialah bergaya "sundanese style" yang menampilkan berbagai masakan tradisonal khas Cirebon. Salah satu yang disajikan ialah iga garang.

Iga garang kuahnya dibuat agak asam yang berasal dari belimbing wuluh. Susanto Purnomo, salah satu chef di Oasis Bistro, mengatakan bahwa belimbing wuluh memang menjadi ciri khas sendiri dalam membuat iga garang.

"Kalau belimbing wuluh tuh asemnya lebih kuat, khasnya dia ke daging lebih enak. Untuk rasa bagus, cocok buat ke iga lah," tuturnya.

Chef yang akrab disapa Santo itu pun, melanjutkan bahwa untuk mengolah iga, prosesnya dengan diboyo atau direbus hingga daging empuk. Namun daging iga tak lepas dari tulangnya. Bumbu berupa aneka bawang-bawangan dan kapulaga, ditumis sendiri sebelum digabung dengan olahan daging.

Selain iga garang, terdapat pula menu Cirebonan lain yang disediakan, tak ketinggalan yang paling tenar yakni Empal Gentong. Empal dalam empal gentong merupakan olahan dari daging, babat dan jeroan sapi. Empal disajikan dengan kuah berbumbu kuning yang terbuat dari kunyit.

Aroma uap empal panas-panas memang menimbulkan air liur seketika yang menghirupnya. Sedangkan untuk rasa, Santo mengatakan empal gentong yang disajikan sengaja dibuat lebih tajam bumbunya dibanding dengan empal gentong yang ada di luaran.

Lanjut ke menu berikutnya, yakni mi koclok. Mi koclok, berbeda dengan mi kocok yang berasal dari Bandung, meski hampir mirip penamaannya. Berbeda dengan mi lain, mi koclok tak memiliki kuah. Melainkan, minya disiram dengan menggunakan cairan putih yang terbuat dari tepung beras, santan dan ebi.

Mi koclok menggunakan mi kuning yang berbentuk lurus bukan mi keriting seperti mi pada umumnya. Menyantapnya dengan ditaburi ayam yang telah disuwir, cincangan daun bawang, bawang goreng, dan tak lupa sambal. Rasanya? Meski mi tidak berkuah tapi tetap segar dirasakan apalagi disantap selagi panas.

Selain "makanan berat", Oasis Bistro pun menyediakan hidangan pencuci mulut berupa kue-kue ringan. Pastry Chef Oasis Bistro, Dodi Turjaman, tak hanya menyediakan makanan tradisional di sini, tetapi juga kreasi kue seperti Mascarpone Forest Noire. Mascarpone terbuat dari perpaduan tiramisu dan blackforest.

"Kadang orang kan lebih senang blackforest, ada yang lebih senang tiramisu. Jadi ada dua macam cake kita bikin satu cake. Jadi ada unsur tiramisunya ada blackforest-nya," papar Dodi.

Semua hidangan yang disediakan Oasis Bistro, Aston Hotel & Convention Centre, di Jalan Brigjen Dharsono no.12C, Cirebon, ada yang disajikan secara prasmanan, serta ada pula yang dipesan sendiri-sendiri atau a la carte. Restoran menyediakan secara prasmanan untuk sarapan, dan a la carte untuk makan siang dan makan malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.