Kompas.com - 15/05/2013, 15:26 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

"Jadi di sana ada namanya dead zone. Dead zone itu di mana mahluk hidup nggak bisa bertahan di situ karena kondisi oksigennya yang kurang. Mungkin untuk beberapa orang sih yang benar-benar super power ya bisa, cuma kalau kita belum seperti itu," katanya.

Akhirnya, Broery dan tim bernapas dengan bantuan oksigen. Tantangan lain juga ia temukan saat mendaki puncak Cartenz. Meski gunung bisa dibilang tak terlalu tinggi, namun untuk mencapai puncaknya diperlukan keahlian memanjat.

"Mungkin yang sulit Cartenz juga walaupun dia yang paling pendek tapi dari awal tuh butuh skill climbing. Dengan teknik climbing-nya jadi dari awal sampai akhir kita butuh tali," katanya.

Sementara itu, serupa dengan Broery, Frans pun memiliki kisah tersendiri dalam menaklukkan tantangan mendaki puncak tertinggi dunia tersebut. Menurutnya, yang paling berkesan adalah saat mendaki puncak Everest.

"Kita paling banyak pengalaman di Everest kali ya. Seperti ngadepin salju longsor, pertama kali ketemu pendaki meninggal. Walaupun di Everest sempat nge-down harus turun. Kita sudah sampai camp tiga (dari empat camp) terus tiba-tiba cuaca buruk, kita harus turun lagi sampai basecamp," ujar Frans yang kini pun sedang melanjutkan studi pasca sarjana di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

"Sudah hampir mau ke puncak. Rencananya memang hampir mau muncak itu tapi tiba-tiba ada berita cuaca buruk semua pendaki turun, jadi kita terpaksa turun juga. Nunggu seminggu lagi lah buat naik lagi," sambungnya.

Selain itu, saat pendakian menuju puncak Everest, ia pun menuturkan sempat semua tim terserang sakit batuk kering. "Kalau di Denali (Alaska) tuh pengalaman juga banyak. Denali tuh faktor pertama cuaca. Kita sempat nunggu pas mau pulang tiga hari nunggu nggak bisa kemana-mana. Sama seperti mau muncak juga kita nunggu dua hari dulu, jadi banyak nunggunya sebenarnya," paparnya.

Terakhir, Frans pun bersyukur pernah melakukan perjalanan tersebut. Karena telah banyak orang seperti dirinya dan tim yang ingin menaklukkan puncak tertinggi di dunia namun sayangnya tak berhasil. Sedangkan, dia bersama tim diberi kesempatan untuk bisa merasakan hal tersebut dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

"Banyak orang naik gunung yang tinggi-tinggi itu belum tentu berkali-kali ke sana berhasil. Kita kebetulan sekali ke sana sampai puncak terus," tambah Frans.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Obyek Wisata di Banten Tutup hingga 30 Mei

Cegah Penyebaran Covid-19, Obyek Wisata di Banten Tutup hingga 30 Mei

Travel Update
Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Travel Promo
Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Travel Update
Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Update
Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Travel Update
Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Travel Update
Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Travel Update
Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Travel Update
5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Travel Update
4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

Jalan Jalan
5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X