Kompas.com - 16/05/2013, 17:13 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Hotel Santika Rawamangun dilakukan hari ini secara simbolis dengan peletakan pasir pertama. Hotel yang berada di Jalan Ahmad Yani nomor 11, Rawamangun itu dibangun di atas tanah seluas 1.865 meter persegi.

"Lokasi ini kan strategis sekali, di pinggir jalan utama. Kalau orang meeting pasti nyarinya di sini. Dari Bogor juga bisa," ujar Handoko Anggraito, selaku perwakilan dari PT Djaya Setia Mandiri, saat ground breaking Ceremony di Jakarta, Kamis (16/5/2013). Selain Handoko, ground breaking juga dihadiri Sonny Sutanto selaku Principal Architecture Hotel Santika Rawamangun dan Hardian Kardjono selaku Pimpinan Project Hotel Santika Rawamangun.

Menurut Handoko, hotel ini menyasar para pebisnis, dengan fasilitas memiliki 13 ruang pertemuan, 140 kamar, kolam renang berada di bagian atap hotel. "Bagunannya dari 1.800 meter, bangunannya yang dipakai 800 meter dan 1.000 meter dibuat parkiran. Rencananya ditanamkan pohon-pohon untuk penghijauan di lahan parkir," paparnya.

"Perusahaan-perusahaan sekarang kalau meeting mereka tidak selalu di kantornya. Kalau kita ke sini, ke belakang itu ada berbagai industri dan perusahaan," sambungnya.

Hotel Santika Rawamangun merupakan hotel pelopor yang ada di kawasan tersebut. Belum ada hotel di sekitar daerah tersebut yang menyediakan fasilitas inap bagi para pebisnis di kawasan Rawamangun, Pulogadung, dan sekitarnya.

Dalam pembangunan hotel pun, lanjut Handoko, mendapat dukungan dari pemuka agama dan masyarakat setempat. "Pemangku pura dan masyarakat mendukung pembangunan hotel. Tadi pemangku puranya juga datang, masyarakat sekitar sini juga tadi ada beberapa yang datang," katanya.

Menanggapi kemacetan yang menjangkiti Jakarta, menurut Handoko, bukan suatu hambatan industri hotel untuk terus berkembang. "Soal macet kita nggak bisa ngapa-ngapain tapi kita akali macetnya. Kita cari lokasi yang bisa dicapai dengan cara yang benar dan cepat," ujarnya.

"Setiap daerah punya karakter masing-masing. Kalau Jakarta untuk bisnis. Jakarta itu Sabtu-Minggu kita sepi, kecuali Lebaran, Lebaran lumayan. Karakteristiknya begitu di Jakarta, Sabtu - Minggu itu hotel sepi. Bisnis itu lebih ke weekdays," katanya.

Pembangunan Hotel Santika Rawamangun memakan waktu 16 bulan dan diperkirakan selesai pada September 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.