Berwisata ke Luwu, Rasakan Gurihnya Ikan Malaja

Kompas.com - 19/05/2013, 10:11 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

LUWU, KOMPAS.com - Berkunjung ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terasa tidaklah lengkap kunjungan jika kita tak mampir menikmati hidangan santapan khas Tana Luwu yakni ikan malaja. Ikan yang hidup dan berkembang biak di selah-sela batu karang ini dagingnya lunak berserat dan gurih jika disajikan dengan cara dibakar atau dimasak asam.

Jika ingin menikmati santapan ikan malaja yang dihargai Rp 30.000 per porsi, hanya di Rumah Makan Aroma Malaja tempatnya. Pasalnya, rumah makan atau warung yang menyiapkan menu tersebut sangatlah jarang dijumpai di Tana Luwu karena populasi ikan malaja tidaklah sebanyak dengan ikan lainya.

Rumah Makan Aroma Malaja milik ibu Dewi yang didirikan sejak delapan tahun silam selalu ramai oleh pengunjung. Hal ini karena selain menawarkan suasana panorama alam yang berada di tepi pantai dengan fasilitas gazebo lesehan, rumah makan ini memiliki menu khusus yaitu hidangan ikan malaja.

Ibu dua anak ini mengungkapkan jika dari hasil warungnya ia dapat meraih omset per hari berkisar Rp 2.000.000. "Setiap hari minimal lima basket keranjang ikan malaja yang habis terjual. Ikan malaja itu kami beli dari nelayan yang khusus menangkap ikan tersebut," ungkap Dewi, Sabtu (18/5/2013).

Dewi mengatakan, awalnya dirinya sering kewalahan mendapatkan ikan malaja saat pengunjung tiba-tiba membeludak datang bersama rombongan. Hal ini membuat Dewi bersama suaminya mengambil inisiatif mengumpulkan nelayan yang khusus menangkap ikan khas Tana Luwu ini.

"Selain pengunjung biasa, di sini sudah ada pengunjung khusus atau langganan yang hampir setiap saat datang menikmati menu masakan ikan malaja sambil berekreasi. Bahkan pejabat seperti kepala dinas dan bupati sangat sering makan disini bersama keluarga dan rombongan," kata Dewi.

Di rumah makan ini, pengunjung pun dapat menikmati makanan khas Luwu lainnya yaitu lawa. Makanan lawa terdiri dari bahan ikan mentah yang dibersihkan tulangnya kemudian direndam dengan air jeruk nipis, lalu diberi cincangan jantung pisang, kelapa parut yang telah digoreng, serta cabe rawit dan garam.

Menu lawa ini juga sangat digemari pengunjung, Di tempat ini pengunjung juga dapat berekresi pantai berenang, atau berkeliling menikmati panorama hutan bakao di pesisir pantai dan juga memancing.

Jika dulunya rumah makan ini hanya buka pada siang hari, namun banyaknya pengunjung yang datang bersantai pada malam hari, membuat pemilik rumah makan menambah jam buka hingga malam. Pengunjungnya pun tidak hanya warga Luwu, namun banyak yang datang dari daerah lain.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X