Kompas.com - 20/05/2013, 18:27 WIB
EditorI Made Asdhiana

Saat seorang turis lewat, tiba-tiba saja beberapa anak tadi mengerubungi turis tersebut untuk meminta tanda tangan petisi kemanusiaan.

Sebenarnya kasus seperti ini bukan hanya terjadi di Paris. Di kota saya, Montpellier, atau kota lainnya juga ada; dan memang semakin meningkat. Hanya karena Paris adalah salah satu kota wisata yang dikunjungi oleh turis mancanegara, saatnya bagi saya untuk mencari tahu lebih banyak. Mungkin ini bisa membantu pembaca yang ingin berlibur ke Paris untuk lebih hati-hati.

Beberapa tempat yang jadi incaran para pickpocket anak-anak dan remaja itu, sekali lagi, adalah Trocadero; tempat turis mengambil gambar dengan latar belakang Menara Eiffel dengan 7 juta wisatawannya setiap tahun, dan merupakan tempat nomor satu bagi para kriminal tersebut. Berikutnya yang patut diwaspadai, saat mengunjungi Notre Dame de Paris.

Antrean Museum Louvre rupanya sampai membuat para petugas tempat lukisan Monalisa karya Léonard de Vinci itu dipajang melakukan mogok kerja. Mereka merasa sudah tak sanggup lagi menghadapi para pencopet yang tidak hanya melakukan pencurian terhadap turis, tetapi juga melecehkan wisatawan dan para petugas museum.

Selanjutnya daerah Sacré-Coeur, yang terkenal dengan gereja dan tamannya. Kini, sepanjang jalan Champs-Elysées, beberapa anak juga terlihat diorganisasikan oleh sebuah kelompok untuk mencari korban. Selain itu, tentunya, stasiun metro juga merupakan ajang para pencopet melakukan aksinya.

Dari berita yang saya baca, setiap anak bisa membawa hasil setiap hari dari 200 euro hingga 500 euro. Kadang lebih banyak. Kurang dari itu jarang. Jadi bisa dibayangkan, kecil-kecil mereka sudah dididik secara profesional.

Aksi mereka juga sangat lihai, seperti memaksa para turis memberikan uang mereka saat mengambil uang di ATM. Kadang mereka memaksa meminta para turis untuk menarik lebih banyak uang di ATM.

taman-menara-eiffel
Taman sekitar Menara Eiffel, tempat para turis beristirahat atau memotret menjadi sasaran empuk para pencopet. (DINI KUSMANA MASSABUAU)

Berita heboh seputar pickpockets ini rupanya memang semakin seru karena salah satu kepala gerombolan mafia (begitu mereka menyebutnya) tertangkap dan dikenaki tindakan pidana karena  mempekerjakan anak-anak perempuan di bawah umur sebagai pencopet.

Fehim Hamidovic, nama bos mafia tersebut, dikenakan hukuman penjara 7 tahun. Selain mempekerjakan anak-anak di bawah umur, dia juga dikenai hukuman karena menyiksa mereka. Siksaan fisik dilakukan terhadap anak-anak asuhannya jika mereka tidak bisa membawa uang mulai dari 300 euro per harinya.

Menyedihkan memang, melihat apa yang terjadi belakangan ini. Krisis ekonomi membuat beberapa negara meninggalkan tempat kelahiran mereka untuk memperbaiki kehidupan. Yang ada malah jadi kriminal. Anak-anak yang terpaksa ikut atau diperjualbelikan dibawa hingga ke Perancis, negara impian bagi banyak orang. Namun kenyataannya, mereka dipaksa bekerja sebagai penjahat.

Khusus mereka yang akan ke Paris, saya memberikan beberapa tips yang akan saya tulis di Travel Tips agar liburan Anda bisa berjalan dengan indah tanpa pengalaman buruk. Tips ini saya dapatkan dari polisi, dan tentunya pengalaman saya pribadi.

Namun, satu kali, dompet saya pernah hilang. Untungnya semua surat berharga sudah saya fotokopi. Oleh karenanya, tidak ada masalah dalam pengurusan pembaruan. Dan karena saya selalu memiliki dompet terpisah, maka kartu bank dan uang saya tetap aman.

Bukannya saya ingin menakuti pembaca loh untuk berlibur ke Perancis yang indah dan bersejarah ini. Namun, tak ada salahnya berhati-hati karena, liburan di negara maju pun, rupanya para pencopet ikut maju dalam teknik mencopet.

Tentunya juga, jangan sampai ini membuat pembaca menjadi ragu untuk bermurah hati bila ingin memberikan uang receh kepada pengemis di jalanan kota Paris. Intinya adalah selalu berhati-hati. Semoga tulisan ini bisa berguna bagi pembaca yang ingin berlibur di Paris, dan tulisan saya berikutnya akan membahas "Cara Romantis Menikmati Paris...". (DINI KUSMANA MASSABUAU)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.