Kompas.com - 21/05/2013, 09:35 WIB
EditorI Made Asdhiana

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung dan Beijing sepakat memantapkan kerja sama pariwisata, seiring dengan meningkatnya kerja sama ekonomi Indonesia-China.

Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara Badan Promosi Kota Bandung dan Badan Promosi Kota Beijing yang ditandatangani Ketua Badan Promosi Bandung Nicolas Lumanau dan Wakil Ketua Badan Promosi Beijing, Yu Depin di Beijing, Senin (20/5/2013) malam.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Dience Herlina Permana mengatakan kerja sama ekonomi Indonesia-China terus mengalami peningkatan, begitu jumlah kunjungan turis China ke Indonesia.

"China juga memiliki keragaman budaya yang unik, destinasi wisata yang menarik, sehingga Pemerintah Kota Bandung sangat ingin untuk menjalin kerja sama yang erat terutama di bidang pariwisata," katanya.

Menurut Dience, meski jumlah wisatawan asal China terus mengalami peningkatan, ternyata  angka kunjungan itu masih jauh dibandingkan jumlah turis asal Malaysia, Singapura, Jepang dan Australia. "Karena itu, guna meningkatkan arus kunjungan turis baik dari China ke Bandung, atau sebaliknya, maka kerja sama ini dibangun, dikukuhkan dalam nota kesepahaman," katanya.

Sejarah panjang

Sementara Ketua Promosi Kota Bandung, Nicolas Lumanau mengatakan Indonesia dan China memiliki sejarah panjang. "Kebudayaan kedua pihak saling mempengaruhi satu sama lain," ujarnya.

"Mungkin sebagian besar rakyat China masih ingat bahwa Bandung adalah kota tempat terselenggaranya Konferensi Asia Afrika 1955 dimana Perdana Menteri Zhou En Lai hadir. Hingga saat ini gedung tempat berlangsungnya konferensi pun masih tegak berdiri indah," paparnya.

Menurut Nicolas, banyak alasan mengapa kerja sama pariwisata bandung-Beijing perlu dibangun, antara lain karena sejarah panjang kedua negara, keragaman budaya Indonesia-China yang saling mempengaruhi satu sama lain. "Banyak pula hal yang mengharuskan kedua masyarakat bangsa ini untuk saling berkunjung," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Promosi Beijing, Yu Depin mengatakan Beijing telah menjadi kota tujuan wisata dunia sejak 3.000 tahun silam. "Dan baru 860 tahun lalu, Beijing menjadi ibu kota Republik Rakyat China. Karenanya China, khususnya Beijing, telah mewarisi kebudayaan dan pariwisata sejak lama,"  ujarnya.

Yu melanjutkan, pada lima tahun ke depan, diperkirakan sekitar 400 juta warga China akan melakukan perjalanan wisata ke mancanegara. "Ini peluang besar bagi Indonesia, khususnya Pemerintah Kota Bandung, untuk memanfaatkan potensi dan peluang wisata yang ada, termasuk mengembangkan industri pariwisatanya," ujar Yu Depin.

Beijing dan Bandung, menurut Yu, memiliki karateristik yang berbeda, juga beragam. "Karena itu dengan kerja sama ini kita akan saling melengkapi," kata Yu Depin.

Kerja sama Promosi dan Pemasaran Pariwisata Kota Bandung dan Beijing itu berjangka waktu lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak. Selain pemasaran, dan promosi kedua pihak juga sepakat untuk melakukan penelitian pariwisata bersama, saling bertukar informasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.