Wisman Tertarik Kunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran

Kompas.com - 24/05/2013, 14:26 WIB
EditorI Made Asdhiana

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Sebanyak 100 wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara akan mengikuti program "live in" di perkampungan Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 1 Juni 2013.

Ketua Pengelola Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Sugeng Handoko di Gunung Kidul, Jumat (24/5/2013), mengatakan wisman akan melakukan berbagai kegiatan, seperti outbound, merasakan kegiatan desa, dan juga paket cinta lingkungan dengan melepaskan burung di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba.

"Wisatawan asing yang datang ke Desa Wisata Gunung Api Purba sangat antusias dengan kegiatan konservasi lingkungan yang kami kembangkan dalam paket wisata. Sejalan dengan konsep pengembangan kami, yaitu Wisata Berwawasan Lingkungan Berbasis Masyarakat," kata Sugeng.

Semenjak ditetapkan sebagai kawasan geopark, kata Sugeng, jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri dan luar negeri semakin meningkat, apalagi setelah musim ujian nasional selesai.

Berdasarkan data yang pengelola Desa Wisata Gunung Api Purba, kunjungan wisata terjadi peningkatan yang relatif cukup signifikan. Pada bulan April 2013 tercatat 4.191 wisatawan tidak menginap dan 634 wisatawan yang menginap. Hingga 12 Mei tercatat 3.302 wisatawan umum dan yang menginap ada 672 wisatawan.

"Wisatawan yang tidak menginap biasanya hanya kunjungan sehari saja di kawasan ini, sedangkan wisatawan yang menginap mereka setidaknya sehari semalam tinggal di homestay milik masyarakat ada juga yang camping," tutur Sugeng.

Dari wahana yang ada di kawasan, lanjut Sugeng, mayoritas wisatawan memang remaja dan pelajar yang juga mengajak anggota keluarganya untuk berlibur setelah kegiatan ujian nasional.

Ia mengatakan bahwa pengelola desa wisata mengajak wisatawan mengikuti kegiatan belajar, interaksi, dan bermain bersama masyarakat. Dari belajar bertani, sopan santun, budi daya kakao, panen, hingga pembuatannya menjadi oleh-oleh khas Gunung Api Purba, yaitu dodol kakao.

"Yang paling diminati adalah kegiatan trekking, outbound, camping, dan juga melihat matahari terbenam atau sunset serta matahari terbit atau sunrise. Untuk paket yang kami tawarkan dan paling diminati adalah program live-in atau homestay," tambah Sugeng.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X