Kompas.com - 27/05/2013, 18:22 WIB
EditorI Made Asdhiana

ADA banyak cara memeriahkan sebuah festival promosi pariwisata daerah dan kebanyakan memilih cara mudah dengan mendatangkan artis besar. Sebagai hasil pastilah pilihan itu menyedot massa, tetapi sebagai proses tidak memberikan pemberdayaan apa-apa. Festival Teluk Jailolo berani berbeda. 

Penari Eko Supriyanto cukup ”gila” untuk membuat karya tarian musikal berdurasi 1,5 jam yang seluruh penarinya bukan penari profesional. Sasadu On The Sea ditarikan oleh sekitar 250 siswa SMP dan SMA di Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadi penutup Festival Teluk Jailolo 2013, Sabtu (18/5/2013).

Sasadu, nama rumah adat suku Sahu, memang poros kehidupan masyarakat adat di Halmahera Barat. Sasadu adalah rumah bersama, ”halaman terdepan” interaksi sebuah desa adat Sahu dengan dunia luar.

Eko meminjamnya sebagai ”rumah” bagi sebuah kisah pengembaraan seorang anak Halmahera Barat menjumpai dunia luar hingga akhirnya kembali dan membangun negeri. Gagasan alur kisah tarian musikal yang digarapnya bersama Dimas Leimana dan Oleg Sanchabakhtiar itu mudah dicerna tetapi tak mudah diwujudkan.

”Sejak awal kami tidak ingin Sasadu On The Sea hadir sebagai kisah tentang orang Sahu. Kami ingin ia hadir sebagai milik semua masyarakat adat di Halmahera Barat, baik suku Sahu, Tobaru, Wayoli ataupun Gamkonora. Prosesnya justru memerlukan pembicaraan adat yang alot, meraih kerelaan masyarakat adat meminjamkan kosa gerak tarian tradisinya disatukan sebagai Sasadu On The Sea yang utuh merepresentasi Halmahera Barat. Untuk menarikan Cakalele Tobaru di atas sasadu, misalnya, harus didialogkan dengan para pemangku adat,” kata Eko.

Dibantu dua penata tari muda, Eko Wahyudi dan M Bagus Pranowo, Eko Supriyanto menggelar latihan panjang bersama 250 siswa-siswi SMP dan SMA, khususnya yang berada di Kecamatan Jailolo, ibu kota Kabupaten Halmahera Barat. Rangsangan menari dihadirkan lewat sejumlah pemutaran film tari kontemporer. Eko dan timnya juga berkeliling ke berbagai desa adat, mengumpulkan satu demi satu kosa gerak dari Sahu, Tobaru, Wayoli, ataupun Gamkonora.

Ruang semua

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam prosesnya, Sasadu On The Sea menemukan sejumlah penari muda yang ”murni” penari tradisi setempat. Di Desa Taraudu, desa pemilik sasadu Sahu tertua di Halmahera, Eko dan timnya menemukan bakat seperti Veydi Dangsa yang piawai membawakan tarian.

Legu Salai yang memesona penari kawakan seperti Sardono W Kusumo dan Sal Murgiyanto. Legu Salai, tarian indah itu, boleh dibilang tak terbilang dalam khazanah tari Nusantara selama ini.

Sasadu On The Sea hadir dengan sejumlah pilihan berani penggarapnya. Salah satunya, menghadirkan didiwang, tifa raksasa yang panjangnya lebih dari 3 meter dengan berat ratusan kilogram yang digelindingkan ke tengah panggung. Pilihan yang menghadirkan permainan perkusi sekaligus komposisi adegan yang apik. Akulturasi dengan pendatang Melayu dan Arab hadir seperti kejutan, ketika tiba-tiba penonton disuguhi bentuk- bentuk zapin Melayu di tengah tarian cakalele yang rancak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Wisata Malang Raya Terbaru 2021, Cocok untuk Dolan Akhir Pekan

5 Wisata Malang Raya Terbaru 2021, Cocok untuk Dolan Akhir Pekan

Jalan Jalan
8 Museum di Jakarta Terapkan Pembatasan Kunjungan 25 Persen

8 Museum di Jakarta Terapkan Pembatasan Kunjungan 25 Persen

Travel Update
5 Tips Berkendara Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Berbagi Jalan dengan Truk Pasir

5 Tips Berkendara Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Berbagi Jalan dengan Truk Pasir

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Wisata Deles Indah Klaten, Jangan Bawa Makanan

5 Tips Berkunjung ke Wisata Deles Indah Klaten, Jangan Bawa Makanan

Travel Tips
Jangan Kecele, Dusun Semilir Bawen Tutup Sementara Saat Hari Libur

Jangan Kecele, Dusun Semilir Bawen Tutup Sementara Saat Hari Libur

Travel Update
Sensasi Memberi Makan Jerapah dengan Tumpeng Sayur dan Buah di Taman Safari Prigen

Sensasi Memberi Makan Jerapah dengan Tumpeng Sayur dan Buah di Taman Safari Prigen

Travel Update
Rute Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Awas Jalan Rusak

Rute Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Awas Jalan Rusak

Travel Tips
Wisata Deles Indah Klaten, Bisa Lihat Kawah Gunung Merapi

Wisata Deles Indah Klaten, Bisa Lihat Kawah Gunung Merapi

Jalan Jalan
Tempat Wisata Bantul Tutup, Banyak Wisatawan Kecele dan Harus Putar Balik

Tempat Wisata Bantul Tutup, Banyak Wisatawan Kecele dan Harus Putar Balik

Travel Update
Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga Tutup Seminggu, Kenapa?

Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga Tutup Seminggu, Kenapa?

Travel Update
5 Hotel di Indonesia Masuk Daftar 25 Hotel Terbaik Se-Asia 2021

5 Hotel di Indonesia Masuk Daftar 25 Hotel Terbaik Se-Asia 2021

Travel Update
Obyek Wisata di Bantul Dibersihkan Selama Penutupan Sementara

Obyek Wisata di Bantul Dibersihkan Selama Penutupan Sementara

Travel Update
Work From Bali Dinilai Beri Dampak Positif ke Pariwisata Lombok

Work From Bali Dinilai Beri Dampak Positif ke Pariwisata Lombok

Travel Update
Maskapai Belanda KLM Berencana Layani Penerbangan ke Bali

Maskapai Belanda KLM Berencana Layani Penerbangan ke Bali

Travel Update
J Hotel Shanghai Tower, Hotel di Gedung Tertinggi China Telah Dibuka

J Hotel Shanghai Tower, Hotel di Gedung Tertinggi China Telah Dibuka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X