Kompas.com - 27/05/2013, 18:22 WIB
EditorI Made Asdhiana

Sasadu On The Sea juga ditopang bakat muda seperti Simon Tobelo yang menarikan tokoh bocah Halmahera yang mengembara meninggalkan kampung halamannya. Gambaran pengembaraan Simon mewujud menjadi adegan ”ritual bambu gila” yang dipinjam dari suku Sahu. Simon menarikannya di atas papan yang diguncang-guncang ”gelombang”.

Sebagai pertunjukan, penonton yang berdiri di sepanjang pentasnya, ujung Sasadu On The Sea lemah oleh alur yang berkepanjangan. Pentas itu seperti terlalu ingin memberi ruang kepada semua dan jika terlalu berkepanjangan sungguh menjemukan.

Klimaks cerita tercapai saat si anak pengembara pulang ke sasadunya, tetapi pertunjukan masih berlangsung hingga setengah jam kemudian. Penontonnya telanjur ingin menonton konser Noah, sebuah pilihan penjadwalan acara yang memang membuat penontonnya lebih tidak sabaran.

Rangsangan berdaya

Pilihan melibatkan anak-anak sekolah adalah pilihan sulit, tetapi justru itulah yang disebut penari dan peneliti tari Sal Murgiyanto sebagai manfaat terbesar Festival Teluk Jailolo bagi orang Jailolo sendiri. Mengalami proses kreatif yang menggarap ulang seni tradisi mereka sendiri. ”Itu pasti memberdayakan dan menginspirasi para penarinya sendiri,” kata Sal.

Sal menyebut kebanyakan pesta dan perayaan tradisi berlatar promosi pariwisata kerap kali percuma ketika terjebak pilihan- pilihan praktis mendatangkan artis besar yang menyedot massa.

Penari Sardono W Kusumo menyebut kekuatan Sasadu On The Sea adalah kematangan para penggarapnya untuk tidak terjebak pencapaian estetika yang mengorbankan proses. Kematangan yang membuat penggarapnya melepaskan ego untuk hadir di panggung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Eko tidak datang dan menampilkan seluruh pengalaman, kehebatan, dan pemahamannya sebagai seorang penari Jawa kontemporer. Eko merangsang masyarakat Halmahera Barat menampilkan tradisinya sendiri, mengolah ulangnya sendiri,” kata Sardono.

Sayangnya tak banyak penyelenggara festival pariwisata, baik penyedia dana maupun senimannya, yang mau menempatkan hajatannya sebagai proses yang memberdayakan warganya. Kebanyakan cenderung sibuk memikirkan kemasan dan bungkus yang asal megah. Kalau bisa dibikin dengan benar, kenapa harus dibikin asal? (Aryo Wisanggeni G)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Wisata Malang Raya Terbaru 2021, Cocok untuk Dolan Akhir Pekan

5 Wisata Malang Raya Terbaru 2021, Cocok untuk Dolan Akhir Pekan

Jalan Jalan
8 Museum di Jakarta Terapkan Pembatasan Kunjungan 25 Persen

8 Museum di Jakarta Terapkan Pembatasan Kunjungan 25 Persen

Travel Update
5 Tips Berkendara Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Berbagi Jalan dengan Truk Pasir

5 Tips Berkendara Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Berbagi Jalan dengan Truk Pasir

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Wisata Deles Indah Klaten, Jangan Bawa Makanan

5 Tips Berkunjung ke Wisata Deles Indah Klaten, Jangan Bawa Makanan

Travel Tips
Jangan Kecele, Dusun Semilir Bawen Tutup Sementara Saat Hari Libur

Jangan Kecele, Dusun Semilir Bawen Tutup Sementara Saat Hari Libur

Travel Update
Sensasi Memberi Makan Jerapah dengan Tumpeng Sayur dan Buah di Taman Safari Prigen

Sensasi Memberi Makan Jerapah dengan Tumpeng Sayur dan Buah di Taman Safari Prigen

Travel Update
Rute Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Awas Jalan Rusak

Rute Menuju Wisata Deles Indah Klaten, Awas Jalan Rusak

Travel Tips
Wisata Deles Indah Klaten, Bisa Lihat Kawah Gunung Merapi

Wisata Deles Indah Klaten, Bisa Lihat Kawah Gunung Merapi

Jalan Jalan
Tempat Wisata Bantul Tutup, Banyak Wisatawan Kecele dan Harus Putar Balik

Tempat Wisata Bantul Tutup, Banyak Wisatawan Kecele dan Harus Putar Balik

Travel Update
Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga Tutup Seminggu, Kenapa?

Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Purbalingga Tutup Seminggu, Kenapa?

Travel Update
5 Hotel di Indonesia Masuk Daftar 25 Hotel Terbaik Se-Asia 2021

5 Hotel di Indonesia Masuk Daftar 25 Hotel Terbaik Se-Asia 2021

Travel Update
Obyek Wisata di Bantul Dibersihkan Selama Penutupan Sementara

Obyek Wisata di Bantul Dibersihkan Selama Penutupan Sementara

Travel Update
Work From Bali Dinilai Beri Dampak Positif ke Pariwisata Lombok

Work From Bali Dinilai Beri Dampak Positif ke Pariwisata Lombok

Travel Update
Maskapai Belanda KLM Berencana Layani Penerbangan ke Bali

Maskapai Belanda KLM Berencana Layani Penerbangan ke Bali

Travel Update
J Hotel Shanghai Tower, Hotel di Gedung Tertinggi China Telah Dibuka

J Hotel Shanghai Tower, Hotel di Gedung Tertinggi China Telah Dibuka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X