Kompas.com - 29/05/2013, 07:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

PASAR malam dengan ratusan gerai makanan dan ribuan orang antusias menyantap isi mangkuk dan piring sungguh suasana yang membangkitkan selera. Aneka masakan laut, beragam mi, hingga kacang berbalut arang mengundang orang datang ke pasar malam Shilin di Taipei, Taiwan. Berkunjung ke Taipei, tak akan afdal tanpa menikmati kemeriahan suasana di pasar malam Shilin. Pasar itu sudah terbentuk sejak awal abad ke-20, meski kini bangunan-bangunan tua tak tampak lagi di sana. Pasar selalu jadi tempat pertemuan budaya yang paling mula. Salah satu bentuk cerita budaya itu adalah makanan.

Di Shilin, sajian makanan jadi salah satu dagangan utama sejak dulu. Tak heran, warga asli Taipei pun mau mengantre panjang untuk membeli makanan di pasar Shilin. Pemahaman mereka atas tradisi dan kenangan yang terekam atas makanan itu rupanya ikut jadi ”bumbu” penyedap.

Antrean-antrean panjang itu antara lain tampak di salah satu gerai mi dan di depan gerobak penjual ayam pedas Shilin. Sambil menunjuk ke antrean panjang di gerai mi, Reinhart, pemandu wisata yang kerap mengantar tamu ke Shilin, bercerita, ”Di situ, dulu sama sekali tak ada tempat duduk. Semua orang yang datang, setelah berdiri mengantre lama, akhirnya mesti makan sambil berdiri pula.”

Orang tua, anak muda, bahkan anak kecil ikut berjajar antre di gerai itu. Meski ada beberapa kursi—tanpa meja—tetap lebih banyak yang harus menyantap mi di mangkuk mereka sambil berdiri. Menonton antusiasme orang menikmati santapan itu saja sudah jadi pemandangan menarik.

Antrean tak kalah panjang juga ada di depan gerobak penjual ayam pedas Shilin. Kali ini sama sekali tak ada kursi. Berdiri mengantre beberapa lama terlewati tanpa terasa karena obrolan seru bersama teman. Memang ada baiknya, kemeriahan pasar malam itu tak dinikmati sendirian.

Akhirnya sampailah giliran mendapatkan ayam shilin di tangan. Makanan ini dikemas dalam kantong kertas. Sajian ini memang dirancang untuk dimakan sambil berjalan keliling pasar atau sambil nongkrong saja di pinggir jalan.

Ayam shilin merupakan fillet daging ayam agak tebal, berbalut tepung, dan digoreng renyah. Tak banyak bagian yang berlemak di situ. Tak perlu pula ditambahkan saus cabe karena tepung yang membalutnya sudah bercita rasa lada. Gorengan ayam ini juga dilumuri bubuk cabe yang pedas.

Benderang

Setelah menikmati sajian di tepi jalan, ada baiknya masuk ke bagian dalam pasar yang diperuntukkan khusus untuk gerai-gerai makanan. Seperti juga suasana di tepi jalan, gerai-gerai makanan di dalam pasar pun tertata bersih dan benderang dengan lampu warna-warni. Fasilitas lain yang sangat menolong wisatawan untuk bersantap di pasar ini adalah papan-papan menu yang selain bertuliskan bahasa China juga dibubuhkan terjemahannya dalam bahasa Inggris.

Salah satu menu yang banyak dicari di pasar Shilin adalah tahu busuk alias stinky tofu. Aroma menyengat dari makanan ini sudah tercium sebelum kita tiba di depan gerai penjualnya. Rupanya, aroma itu keluar dari tahu yang difermentasi dengan tumbuh-tumbuhan tertentu. Dalam budaya kuliner China, ”teknologi” fermentasi memang sudah diwariskan sejak ratusan tahun lalu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata G-Pass di Kabupaten Semarang, Naik Kapal Berlatar Lautan Awan

Wisata G-Pass di Kabupaten Semarang, Naik Kapal Berlatar Lautan Awan

Travel Update
Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Travel Update
Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Apa Itu Penerbangan Carter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Travel Tips
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Travel Update
Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Travel Update
Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Travel Update
Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Travel Update
Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Travel Tips
Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Travel Update
Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Travel Tips
Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Travel Update
Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Travel Update
Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Travel Update
Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X