Mendaki Rinjani, Oh Indahnya...

Kompas.com - 29/05/2013, 17:23 WIB
Awan menyelimuti puncak Gunung Rinjani (3726 m) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puncak ini merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATAwan menyelimuti puncak Gunung Rinjani (3726 m) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puncak ini merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak.
EditorI Made Asdhiana

Dan dari kedua rute ini, Lawang Sembalun adalah rute favorit para pendaki mengingat jaraknya yang lebih dekat dengan puncak. Dan satu rute lainnya adalah Torean, bagi yang tidak mengenal medan dan tidak punya fisik yang kuat, saya sangat tidak menyarankan untuk melewati rute ini.

Terletak di sisi timur laut dari puncak Rinjani, Desa Sembalun dapat dicapai selama 4 hingga 5 jam dengan kendaraan dari Kota Mataram atau kawasan Senggigi. Waktu pendakian dari sini ke Puncak Rinjani berlangsung sekitar 7 jam. Tetapi pada umumnya pendakian Rinjani kalau sambil memotret bisa membutuhkan waktu 10 sampai 11 jam.

Untuk trip pendakian fotografi saya sangat menyarankan dari Rute Sembalun, karena pendakian dari Desa Sembalun cukup seru. Di awal perjalanan, medan yang dilalui berupa padang rumput yang luas yang diselingi pepohonan, dengan kondisi medannya yang relatif datar. Karenanya, dalam perjalanan kita bisa menyaksikan panorama sekitar. Terkadang lereng puncak Rinjani pun bisa terlihat jelas bila langit sedang cerah.

Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di Jawa atau Sumatera yang biasanya berupa hutan tropis yang lebat. Kondisi pendakian sedikit berbeda setelah melewati pos-3. Kali ini, pepohonan besar makin banyak dijumpai dan medan cenderung menanjak sehingga akan menguras tenaga.

Yang menarik, di rute ini juga terdapat sebuah daerah yang dikenal dengan “Bukit Penyesalan”. Dinamakan demikian karena, ketika berada di sini, banyak pendaki yang kemudian merasa menyesal dalam mendaki Rinjani. Tanjakan curam dan bukit seakan tiada berujung.

Tapi, bagi mereka yang memiliki mental baja dan tak kenal lelah, pasti dapat melintasi tanjakan yang menghadang hingga akhirnya tiba di sebuah tempat yang dinamakan Pelawangan Sembalun.

Pelawangan Sembalun adalah sebuah dataran memanjang yang berada persis di sisi jurang yang terjal dan sangat dalam. Tempat ini menjadi camp favorit para pendaki sebelum menuju puncak Rinjani pada keesokan harinya. Panorama yang disuguhkan di Pelawangan Sembalun sungguh memikat. Mata akan disuguhkan bentangan alam yang berupa Puncak Rinjani, lereng-lereng yang berbaris dan terjal serta Danau Segara Anak di bawah sana.

sunrise-rinjani
Sunrise di Gunung Rinjani. (BARRY KUSUMA)

Jika masih punya stamina yang kuat dari Pelawangan kita bisa melanjutkan summit attack alias pendakian menuju puncak Rinjani biasanya dilakukan pada pagi-pagi buta, sekitar pukul 02.00. Waktu tersebut dipilih agar pendaki bisa mendapatkan momen sunrise di puncak Rinjani.

Pendakian ke puncak Rinjani membutuhkan semangat serta fisik yang mumpuni. Selain masih harus melawan rasa kantuk dan udara yang dingin, medannya yang berpasir cukup menyulitkan dalam melangkah. Kendati begitu, banyak sudah pendaki yang akhirnya bisa menggapai puncak. Ketika berhasil menjejakkan kaki di puncak, seluruh “pengorbanan” dijamin akan terbayar lunas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X