Kompas.com - 01/06/2013, 13:43 WIB
|
Editorkadek

KOMPAS.com - Deretan hamparan pegunungan tersaji di sepanjang perjalanan menuju Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Perlu waktu tempuh kira-kira dua setengah jam dari Kota Padang.

Kota Bukittinggi dikelilingi oleh jajaran pegunungan. Sebut saja Gunung Merapi dan Gunung Singgalang menghimpit kota cantik ini.

Salah satu kota ternama di Sumatera Barat ini menyimpan berbagai cerita juga obyek wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan. Beberapa tempat wisata di Bukittinggi berada di lokasi yang berdekatan sehingga mudah untuk mencapai beberapa tempat sekaligus dalam satu waktu.

Jam Gadang.
Di kota inilah jam Jam Gadang yang terkenal itu bersemayam. Setiap hari banyak warga setempat berduyun-duyun datang ke lokasi ini. Begitu pun dengan wisatawan yang merasa kurang lengkap jika belum mendatangi jam gadang.

Jam gadang berupa menara besar yang memiliki jam di keempat sisi atas menara. Atap jam berupa rumah gadang yang merupakan ciri khas rumah adat Sumatera Barat. Rumah Gadang beratap runcing di setiap ujung atapnya. Ciri rumah gadang tersebut pula yang menjadi ciri sebagian rumah penduduk di Sumatera Barat.

Memiliki pelataran yang cukup luas, lokasi jam gadang sering dijadikan pusat kegiatan masyarakat di Kota Bukittinggi. Salah satu yang terunik dari jam gadang tersebut ada pada angka yang tercantum pada jam. Angka 4 yang seharusnya dituliskan dengan angka romawi "IV" tetapi tertulis "IIII".

Istana Bung Hatta.
Hanya berjarak beberapa langkah persis di depan Jam Gadang, ada Istana Bung Hatta. Saat Mohammad Hatta menjabat sebagai wakil presiden, bangunan ini menjadi istana wakil presiden.

Jangan bayangkan akan istana megah seperti yang ada di dongeng-dongeng fiktif. Istana Bung Hatta memiliki pelataran cukup luas dengan dua bangunan utama.

Bangunan pertama berupa rumah gadang besar khas rakyat Minang. Bangunan yang lain berbentuk rumah memanjang. Di depan pintu halamannya diberikan atap. Bisa dibilang bangunan ini bisa disebut sebagai istana mini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di depan dan di samping kompleks ada patung Bung Hatta. Di bagian depan patung Bung Hatta hanya dibuat separuh badan. Sedangkan di bagian samping kompleks patung Bung Hatta dibuat secara utuh dengan tinggi lebih dari 2 meter.

Pasar Atas dan Pasar Bawah.
Pasar Atas atau penduduk setempat menyebutnya dengan Pasar Ateh berada di lokasi yang bersamaan dengan pelataran Jam Gadang.

Di pasar ini banyak pedagang membuka lapak. Mereka berjualan aksesoris seperti gantungan kunci, hiasan rambut, kacamata, dan pernak-pernik lain.

Sedangkan Pasar Bawah adalah pasar tradisional berupa toko-toko kelontong dan sayur-mayur. Pasar Ateh dan Pasar Bawah dihubungkan oleh puluhan anak tangga Jenjang Gadang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.