Kompas.com - 01/06/2013, 20:28 WIB
EditorKistyarini

Dia memberi contoh penggantian atap yang harus dilakukan setiap 20-30 tahun sekali. "Biayanya sangat besar dan diperlukan sumber daya manusia yang banyak agar penggantian atap itu bisa dilakukan dengan cepat," kata dia.

Gotong royong

Penggantian atap juga menjadi tradisi tersendiri yang disebut yui. Pada saat itu, pemilik rumah tidak bekerja sendiri untuk mengganti atap karena semua penduduk desa berpartisipasi. Bahkan banyak warga dari luar desa yang mau ambil bagian.

Acara penggantian atap ini juga bisa mendatangkan turis. Para wisatawan asing tidak sekadar menonton, tetapi juga berpartisipasi di dalamnya. Dalam brosur yang dirilis otoritas pariwisata setempat, tertulis kesaksisan seorang warga negara asing yang pernah ikut dalam aktivitas massal itu.

"Orang yang berpartisipasi sedikitnya 200 orang. Memang harus dilakukan dengan cepat, maksimal dua hari harus selesai. Supaya penghuni rumah bisa segera beraktivitas seperti biasa," papar Ohzawa.

Bagi warga Shirakawa-go, tradisi yui yang menunjukkan kebersamaan dan gotong royong itulah yang menyebabkan desa itu masih bertahan hingga kini. Dan nilai-nilai itu juga yang menjadi salah satu poin penting yang menjadikan Shirakawa-go layak berstatus Warisan Dunia.

Kegiatan unik lainnya di daerah ini adalah latihan pemadaman kebakaran yang dilakukan pada bulan November setiap tahun. Pada saat itu, semua semprotan air dibuka untuk menyirami atap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indahnya musim dingin

Pemandangan paling terkenal di Shirakawa-go adalah saat malam hari di musim dingin. Saat itu seluruh desa tertutup salju tebal. Begitu juga dengan atap setiap rumah. Cahaya lampu yang muncul dari jendela setiap rumah menciptakan pemandangan yang sangat indah.

Otoritas pariwisata menetapkan tujuh hari tertentu pada bulan Januari hingga Februari untuk menyaksikan pemandangan yang indah itu. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara berbondong-bondong menyaksikannya dari atas bukit.

Dengan arus wisatawan yang terus meningkat, terjadi perubahan pola sosial di desa itu. Penduduknya tidak lagi melulu bertani. Sebagian memanfaatkan keunikan rumah tradisional itu untuk dijadikan penginapan atau toko suvenir.

Salah satunya adalah rumah milik keluarga Suzuguchi Fumie. Perempuan berusia 74 tahun itu menyewakan beberapa kamar di rumah gassho-zukuri-nya untuk wisatawan sejak 1972. Kamar-kamar di penginapan yang dinamai Magoemon itu disewakan dengan tarif 9.800 hingga 10.500 yen, bergantung pada musim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update
Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Travel Update
Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

BrandzView
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Travel Update
Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Travel Tips
Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Travel Update
5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

Jalan Jalan
Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

Jalan Jalan
Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Travel Tips
Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Travel Update
3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.