Kompas.com - 12/06/2013, 08:27 WIB
EditorI Made Asdhiana

Aneka sate. (Foto: Kompas/Totok Wijayanto)

Segala minuman wedangan Solo tersedia. Teh, jahe, kopi, ditambah utak-atik minuman Tiga Tjeret seperti Jahe Tiga Tjeret yang segar oleh rasa asam, atau Jahe Kecik yang juga kaya racikan.

Yang paling tidak wedangan dari Tiga Tjeret, adalah antrean memilih makanan di meja bar panjang bak resto cepat saji. Ujung antreannya pun sangat tidak angkringan, mesin kasir yang membuat semua pengunjungnya harus bayar dimuka. Jadi, jangan bawa kebiasaan ”ngebon” atau berutang di wedangan lawas ke Tiga Tjeret.

Asli wedangan

Selepas mesin kasir itu, aura wedangan bakal kembali terasa. Pengunjung boleh memilih duduk di bangku-bangku bermeja besar yang santai, yang mau mengangkat kaki ke bangku pun tak bakal rikuh. Bagi yang mau lesehan, bisa memilih tempat di ”loteng” dapur Tiga Tjeret. Asal kaki tak menendang orang, silakan saja kalau mau tiduran memandangi bintang. Semua kemerdekaan wedangan terwariskan di Tiga Tjeret.

Mereka yang kecanduan koneksi internet bakal nyaman berselancar dunia maya, karena Tiga Tjeret menyediakan layanan wifi. Tak perlu cemas menjemput pesanan yang sedang dibakar, karena tak lama pasti diantar.

Farah Adiba (18), mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang juga warga Solo, mengaku puas dengan kelezatan hidangan Tiga Tjeret. ”Biarpun menunya sama seperti di wedangan biasa, memang lebih mantap rasanya,” ujarnya.

Repotnya, kisaran harga menu Tiga Tjeret, yang menawarkan nasi bungkus seharga Rp 2.500 berikut teh seharga Rp 3.000 terasakan terlalu mahal bagi kantong Farah. Apalagi bothok telur asin atau Jahe Tiga Tjeret seharga Rp 6.000. ”Jadi, aku hanya sekali-sekali kemari, kalau ada momen khusus. Wedangan pinggir jalan masih jadi pilihan utama untuk nongkrong,” katanya tertawa.

Poros alumni

Wedangan ”urban” ala Tiga Tjeret itu lahir pascareuni para alumni SMA Pangudi Luhur St Yosef, Solo, angkatan 1986. Demi membuat para alumninya punya tempat berkumpul dan lebih kerap bersua, 14 alumninya memutuskan membuat Tiga Tjeret, yang menurut Valeria dibuat bak sinetron kejar tayang.

Halaman:
Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.