Kompas.com - 14/06/2013, 14:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

PADUAN langit biru ditambah hamparan persawahan dan tikungan serta bukit berkelok menjadi panorama yang tersaji selama perjalanan ke Danau Di Atas yang berada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Berada di Kawasan Wisata Danau Kembar, sesuai dengan namanya, Danau Di Atas memiliki "kawan" yang berlokasi tak jauh darinya, yaitu Danau Di Bawah. Menurut pernyataan penduduk setempat, Edi, penamaan Danau Kembar karena jika dilihat dari ketinggian seperti melalui helikopter akan terlihat dua danau berpasangan.

Sedangkan dinamakan Danau Di Atas dan Danau Di Bawah karena salah satu danau terlihat lebih tinggi dibanding danau di sebelahnya. Panorama di kedua danau cenderung serupa. Warna  biru air danau mendominasi karena pantulan langit di atasnya sangat cerah.

Di sisi danau banyak ditanami sayur-sayuran milik kebun penduduk. Seperti kol, wortel, kayu manis dan berbagai macam tanaman. Banyak tempat terbaik untuk bisa melihat keindahan danau.

Bahkan bisa saja mengitari Danau Di Bawah dengan sambil menikmati panorama yang ada. Karena di sisinya berbatasan langsung dengan jalan raya yang telah diaspal rapi sehingga  memudahkan jika menggunakan kendaraan.
danau-di-atas
Danau di Atas. (Kompas Images/Kristianto Purnomo)

Sedangkan untuk melihat panorama Danau Di Atas bisa melalui dermaga kawasan wisata Danau Kembar. Di kawasan wisata banyak ditemui warung-warung jajanan ringan jika pengunjung terasa lapar. Salah satu yang menarik perhatian saat melangkahkan kaki ke warung tersebut adalah ikatan-ikatan pohon dengan warna merah marun dan warna degradasi cenderung berwarna hitam.

Salah satu pemilik warung, Mardiana, mengatakan pohon tersebut adalah Bunga Sarai Gunuang. Bunga tersebut hidup di hutan yang ada di gunung di sekitar kawasan Danau Kembar. Ia tak memetiknya sendiri tetapi membeli dari orang lain yang memetik di gunung.

Bunga sarai gunuang dijual per buket dengan harga Rp 15.000. Ada juga buket kecil dihargai Rp 5.000 dan buket besar seharga Rp 100.000. Mardiana mengatakan, bunga ini bisa bertahan cukup lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Sangat cantik dan cocok untuk dijadikan buah tangan sehabis menyegarkan mata dengan panorama Danau Kembar. Pulang pun membawa kesegaran dari bunga sarai gunuang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Travel Tips
Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Travel Tips
Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Travel Update
7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

Travel Tips
Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Jalan Jalan
Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Travel Update
13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.