Kompas.com - 16/06/2013, 15:54 WIB
EditorI Made Asdhiana

Sejak itu, Ghea suka dengan makanan Jepang dan senang mencicipi udon serta sushi. Menurut dia, makanan Jepang tidak terlalu jauh berbeda dengan makanan Indonesia, hanya bumbunya ringan dan tidak menyengat lidah.

Begitu pula dengan Nurjihan Fahira, siswa kelas XI IPA SMA Negeri 78, Jakarta Barat. Dia baru mengenal masakan Jepang sekitar setahun lalu. Walaupun semula merasa aneh dengan hidangan ikan mentah seperti sashimi, Jihan tidak kesulitan beradaptasi rasa. Dia menyukai hidangan tersebut.

”Ternyata ikan mentah enak juga. Sejak itu saya berani mencoba makanan mentah lainnya. Misalnya sushi dengan ikan matang atau mentah tidak masalah bagi saya,” kata Jihan yang juga suka ramen itu.

Bagi bangsa Jepang, nasi adalah makanan pokok, sama seperti umumnya bangsa-bangsa di Asia. Nasi Jepang sedikit berbeda dengan nasi lainnya karena lebih lengket sehingga mudah dimakan dengan sumpit. Nasi Jepang terbuat dari beras jenis japonica yang berbentuk pendek dan lonjong membulat. Sementara nasi di Indonesia dan Asia umumnya berasal dari beras jenis indica.

Makan tradisional Jepang yakni semangkuk nasi putih dengan lauk utama (ikan atau daging), lauk pelengkap (sayuran), sup (sup miso), dan acar sayur. Namun, dalam perjamuan lengkap nasi biasanya dihidangkan terakhir setelah sup, sayuran mi, makanan utama, bahkan hidangan penutup. Nasi untuk mereka yang masih lapar.

Di luar itu, masih ada hidangan lain terbuat dari nasi, seperti onigiri, sushi, dan bento. Onigiri adalah nasi kepal berbentuk oval atau segitiga berbungkus nori atau rumput laut kering berwarna hijau gelap. Di dalam onigiri biasanya ada isian ikan, seperti salmon, tuna serta udang, asinan buah plum, atau lauk asin lainnya.

Sementara sushi memiliki banyak jenis. Setiap isian, bentuk, tampilan membuat nama sushi berbeda. Namun, umumnya sushi terbuat dari nasi berbumbu gula, garam, dan cuka. Lain halnya dengan bento yang merupakan hidangan lengkap berupa nasi, lauk, dan sayuran dalam boks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu makanan yang dianggap sebagai hidangan Jepang adalah tempura. Makanan berupa sayuran berbalut adonan tepung goreng ini berasal dari misionaris Portugis. Namun, kini tempura lazim dihidangkan bersama ramen atau udon.

Film dan drama

Seiring dengan wabah K-Wave berupa musik, film, dan drama Korea, hidangan ”Negeri Ginseng” itu ikut tenar dan dicari banyak orang. Bagi orang Korea, makanan bukan hanya untuk stamina tubuh, melainkan juga kekuatan jiwa dan pikiran. Hidangan Korea juga mencerminkan keseimbangan yin yang seperti hidangan China dan ajaran Buddha.

Sebagai negara dengan empat musim, Korea memiliki kuliner berbeda tiap musim. Namun, yang selalu ada adalah kimchi baik terbuat dari sawi putih, lobak, radis atau mentimun. Sekarang ada 200 jenis kimchi di Korea, baik yang pedas maupun tidak.

Kimchi dapat dimakan begitu saja atau ditambahkan dalam sup dan nasi goreng. Bahkan, ada pula hamburger dengan tambahan isi kimchi.

Hidangan Korea lainnya adalah bulgogi (irisan daging panggang berbumbu kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai, dan lada), galbi (daging iga panggang), samgyetang (sup ayam utuh dengan ginseng, jojoba, bawang putih, dan kacang berangan), bibimbap (nasi campur), ramyeon (mi), gimbap (nasi berbungkus rumput laut), serta teok (kue dari tepung beras). (TIA)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.