Kompas.com - 18/06/2013, 09:23 WIB
EditorAti Kamil

***
Pada 2007, rute penerbangan langsung Jakarta-Denpasar-Brisbane-Oakland telah ditinggalkan oleh Garuda Indonesia karena alasan efisiensi. Sejak itu, orang-orang yang hendak ke Brisbane dari Jakarta harus pindah ke pesawat milik maskapai penerbangan lain di Sydney, Melbourne, atau Perth.

Namun, tahun ini, mulai 31 Juli, Garuda Indonesia akan membuka lagi jalur Jakarta-Denpasar-Bribane. Sehari sesudahnya, 1 Agustus, rute sebaliknya akan mulai dibuka lagi.

Dikatakan oleh General Manager PT Garuda Indonesia untuk Queensland, Aryo Wijoseno, dalam wawancara dengan sejumlah wartawan Indonesia dari Jakarta, termasuk Kompas.com, pertengahan April lalu di Brisbane, Garuda Indonesia melakukan hal tersebut bukan tanpa target dan dasar.

Garuda Indonesia memang memiliki target untuk meningkatkan frekuensi dan jaringan sekaligus jumlah penumpang dalam penerbangan internasionalnya. Target itu dirancang untuk dicapai dengan, antara lain, membuka lagi rute Jakarta-Denpasar-Brisbane dan sebaliknya, dengan dasar bahwa langkah tersebut memang berprospek bagus.

Mengutip data dari Australian Bureau of Statistics, Aryo mengatakan bahwa dalam 2012 ada 20 ribu hingga 25 ribu orang dari Indonesia terbang ke Queensland dan 80 ribu hingga 85 ribu orang dari Queensland terbang ke Indonesia.

"Mostly ke Bali (dari Queensland), mayoritas untuk leisure, holiday," terang Aryo. "Yang untuk bisnis (dari Indonesia ke Queensland) sebenarnya tidak sedikit, tapi tidak tercatat, karena kebanyakan mereka masuk dari Singapura, sesuai data dari immigration card yang mereka isi," sambungnya.

Dengan jalur Jakarta-Denpasar-Brisbane dan sebaliknya, Garuda Indonesia juga bertujuan menjaring orang-orang yang hendak terbang dari Brisbane ke bagian lain dunia melalui Jakarta dan sebaliknya.

Terang Aryo lagi, dalam setiap hari nantinya akan ada pemberangkatan Garuda Indonesia Brisbane-Denpasar-Jakarta pada pagi hari dan, sebaliknya, Jakarta-Denpasar-Brisbane pada malam hari.

Penerbangan tersebut akan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG (New Generation). Kapasitanya, 162 seat--150 ekonomi, 12 bisnis. Harga tiketnya, di luar musim ramai, 800-3.500 dollar Australia.

Sementara itu, menurut Gregory, Asia merupakan pasar potensial bagi industri pariwisata Australia, termasuk Queensland.

"Yang termasuk lima besar (jumlah turis yang datang ke Australia) adalah Selandia Baru, China, Inggris, Jepang, dan AS," ujarnya. "Indonesia masuk 10 besar. Meski jumlahnya belum signifikan, tapi potensial," ujarnya lagi.

Dalam setahun, dari 2011 ke 2012, menurut Gregory, jumlah turis Indonesia ke Queensland naik sembilan persen. Rute Jakarta-Denpasar-Brisbane dan sebaliknya diharapkan oleh Gregory akan membantu meningkatkan terus jumlah pelancong dari Indonesia ke Queensland.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.