Kompas.com - 19/06/2013, 14:26 WIB
Sejumlah anak bermain di kawasan wisata Air Terjun Wafsarak, Kampung Amoi, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Senin (9/7/2012). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Sejumlah anak bermain di kawasan wisata Air Terjun Wafsarak, Kampung Amoi, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Senin (9/7/2012).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Berwisata ke Papua untuk menikmati keindahan alam dan keelokan budaya Papua memang bukan tergolong tur penuh kemewahan. Namun, kesempatan untuk berlibur ke Papua itu sendiri adalah kemewahan.

"Menjelajahi Papua memang bukan luxury tour. Tapi menikmati alam Papua, yang mana jarang orang bisa ke sana, itu jadi mewah. Tak semua orang mendapat kesempatan ini," kata Deputy Director-Head of Retail Car Financing, Niko Kurniawan, di Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Niko mengomentari para pemenang lomba tulis dan foto "Pesona Wisata Negeriku" dalam rangka program "Jelajah Bumi Papua - bersama Adira Faces of Indonesia". Bersama Adira Finance, mereka akan menjelajahi Papua pada 19 hingga 23 Juni 2013 secara gratis.

"Ke papua memang bukan luxury trip. Tapi bisa liburan ke Papua dan gratis itu luxury gila-gilaan," kata salah satu juri program lomba "Jelajah Bumi Papua" sekaligus travel blogger, Marischka Prudence, di kesempatan yang sama.

"Saya sendiri mimpi untuk bisa ke Papua, tapi belum kesampean," tutur Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance, Willy Suwandi Darma, sambil tertawa.

Willy menuturkan, melalui program tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan kecintaan orang Indonesia terhadap negerinya. Sehingga, tak hanya turis asing yang berwisata ke Papua, tetapi juga turis domestik.

"Orang kita tahu Singapura, tapi nggak tahu Papua. Kita tahu Thailand tapi nggak tahu Labuan Bajo. Banyak ternyata yang misalnya tidak tahu ada Pulau Komodo dekat Labuan Bajo, pantainya bagus, lalu ada pantai berpasir pink. Tapi giliran Singapura tahu betul," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, PT Adira Dinamika Multi Finance membuat portal Adira Faces of Indonesia untuk menunjukkan keindahan Indonesia, berikut juga aneka program mengenai wisata Indonesia.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Siswa Sekolah Internasional Perancis Louis-Charles Damais Jakarta belajar mengenal budaya Suku Kamoro asal Papua di sekolah mereka di Jakarta, Selasa (20/3/2012).
"Kita berharap lebih banyak lagi orang yang membuat artikel yang indah dan foto yang indah tentang Indonesia," tutur Willy.

Hal senada juga diungkapkan Niko. Dia berharap semakin banyak orang yang bercerita tentang keindahan Indonesia, termasuk Papua, agar tumbuh kecintaan kepada Indonesia.

"Dan, orang-orang jadi tertarik untuk berkunjung ke Festival Danau Sentani, ke Lembah Baliem. Harapannya dengan kunjungan-kunjungan ini, perekonomian penduduk setempat juga bisa meningkat," tambah Niko.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.