Kompas.com - 19/06/2013, 18:45 WIB
ILUSTRASI - Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). Berdasar data Dinas Pariwisata Bali, hingga Agustus 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung di Bali mencapai 1.8 juta wisatawan. KOMPAS IMAGES/KRISTAINTO PURNOMO ILUSTRASI - Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). Berdasar data Dinas Pariwisata Bali, hingga Agustus 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung di Bali mencapai 1.8 juta wisatawan.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Bali Hotels Association (BHA), Djinaldi Gosana mengatakan wisatawan Eropa mulai meminati wisata "puri" atau peninggalan bekas kerajaan di Pulau Dewata.

"Sekarang saja sudah banyak permintaan dari wisatawan Eropa yang mencari obyek wisata yang otentik dan khas Bali, salah satunya wisata puri," katanya di Denpasar, Rabu (19/6/2013).

Menurut Djinaldi, beberapa puri di Bali saat ini sudah mulai direstorasi untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu destinasi wisata. "Kami bekerja sama dengan penglingsir (tokoh) puri dan BHA membantu mempersiapkan SDM-nya, setelah Lebaran tahun ini direncanakan dimulai pembukaannya (soft opening)," ujarnya.

Ia mengemukakan beberapa puri di Bali yang disiapkan sebagai tempat wisata yakni Puri Kanginan (Kabupaten Karangasem), Puri Jero Kuta (Denpasar), Puri Anom dan Puri Kerambitan (Tabanan) serti Puri Bongkasa (Kabupaten Badung).

"Nanti aktivitas wisatawan banyak di puri seperti menari, menabuh gamelan, dan belajar hal-hal terkait seni budaya Bali. Wisatawan boleh langsung tinggal di puri yang diizinkan untuk tempat menginap maupun bisa tinggal di luar puri," ujarnya.

Djinaldi menambahkan, membangkitkan wisata puri bukan bertujuan untuk menghidupkan feodalisme, tetapi sebagai bentuk perlindungan budaya sekaligus mengangkat potensi puri yang berimbas pada pemberdayaan masyarakat.

"Kalau orang puri tidak berjiwa wirausaha, purinya akan rusak karena tidak terawat. Dengan wisata puri, masyarakat juga bisa ikut menggarap dengan menjadi penari dan pemandu wisata," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nanti jika ada pendapatan dari wisata tersebut, lanjut Djinaldi, pura di sekitar puri juga dapat dipelihara, puri bisa direstorasi, pasar-pasar tradisional pun dapat dibenahi seperti layaknya fungsi puri zaman dahulu yang ikut aktif.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Siswi sekolah dasar berlatih menari di sela-sela acara pemberian beasiswa secara simbolik oleh Bank International Indonesia di Wantilan Kertayasa, Desa Bona, Kecamatan Belahbatu, Gianyar, Bali, Sabtu (15/6/2013).

Ia mengatakan wisata puri sekaligus dapat menjadi alternatif pengembangan wisata di luar wilayah Bali selatan yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar yang selama ini menumpuk berbagai akomodasi wisata. "Tentu saja supaya rencana ini terealisasi, kami tetap harus didukung kepala dinas dan penglisir puri," ujarnya.

Wisatawan Eropa dan juga Amerika, tambah Djinaldi, beberapa waktu terakhir sudah mulai meninggalkan wisata massal dan mencari hal-hal yang otentik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Sumber Antara
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Video Pilihan

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.