Kompas.com - 22/06/2013, 09:43 WIB
Perwakilan Kerajaan Kuto Basa dan Kerajaan Pagaruyung, Sabtu (25/5/2013), di Nagari Sungai Rumbai, Sumatera Barat, menggelar acara maungkai sumpak mambukak kabek atau membuka ikatan sumpah di antara dua kerajaan yang sudah berlangsung lebih dari tiga abad. Sumpah tersebut tidak membolehkan kaum keturunan dari kedua kerajaan saling mengunjungi. KOMPAS/INGKI RINALDIPerwakilan Kerajaan Kuto Basa dan Kerajaan Pagaruyung, Sabtu (25/5/2013), di Nagari Sungai Rumbai, Sumatera Barat, menggelar acara maungkai sumpak mambukak kabek atau membuka ikatan sumpah di antara dua kerajaan yang sudah berlangsung lebih dari tiga abad. Sumpah tersebut tidak membolehkan kaum keturunan dari kedua kerajaan saling mengunjungi.
EditorI Made Asdhiana
Oleh Ingki Rinaldi

SEJAK fajar menyingsing, jubelan orang berpakaian adat Minangkabau memenuhi kediaman Sutan Riska Tuanku Kerajaan, penerus Kerajaan Kuto Basa di Nagari Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Mereka adalah perwakilan penerus sejumlah kerajaan di Sumatera Barat yang menginduk pada Kerajaan Pagaruyung, termasuk sejumlah tokoh dari Jambi dan Riau. Hari itu, akhir Mei lalu, mereka mengikuti prosesi adat maungkai sumpah mambukak kabek atau membuka ikatan sumpah. Sumpah ini sempat membuat keturunan kaum dari Kerajaan Pagaruyung dan Kuto Basa tidak bisa saling mengunjungi selama lebih dari 300 tahun terakhir.

Ahli waris Kerajaan Pagaruyung, Puti Reno Raudhatuljannah Thaib Yang Dipertuan Gadih Pagaruyung atau Raudha Tahaib, mengatakan, sumpah itu diucapkan kakak beradik Sutan Syah Alam dan Tuan Puti Reno Langguak yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung.

Perkiraan sumpah itu terucap pada masa Sultan Ahmad Rihayat Syah sekitar abad ke-17. Sumpah itu pertama kali diucapkan Syah Alam karena Puti Reno Langguak yang mengembara ke Kuto Basa menolak ketika diajak kembali ke Pagaruyung. Adapun Puti Reno Langguak terpaksa mengembara karena masygul mendapati dirinya dikucilkan dari wilayah kerajaan karena mengidap kusta.

Sumpah itu berbunyi: kalau adiak indak namuah pulang ka pagaruyuang, rupo sawah indak kamanjadi, taranak indak bakambang biak, ka ba ayam kuau, ka ba kambiang kijang, ka ba tabu manau. Katurunan disiko nan padusi pulang ka pagaruyuang, mati sakik paruik (kegagalan mengupayakan pertanian dan peternakan di Kuto Basa dan kematian bagi keturunan perempuan dari Kuto Basa jika berkunjung ke Pagaruyung).

Puti Reno Langguak kemudian membalasnya dengan ucapan, baitu juo sabaliknyo pado tuanko, kalau kasiko mati sakik paruik (ancaman kematian bila ada keturunan laki-laki dari Pagaruyung yang berkunjung ke Kuto Basa).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbalas pantun, menyalakan sedikit kemenyan sebagai wewangian semata, dan saling mencipratkan air dari ikatan dedaunan mengawali prosesi itu. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ditanamnya sebuah kepala kerbau di Nagari Koto Basa. Dibuang pula peralatan untuk prosesi di Batang (Sungai) Baye di Nagari Koto Basa. Disusul ziarah kubur di wilayah nagari yang sama.

Selama prosesi, nyaris tidak ada perlakuan istimewa untuk pejabat pemerintah. Posisi duduk mereka dalam majelis, bahkan berbeda harkat kedudukan yang disimbolkan berada dalam jenjang panggung, lebih rendah dengan keluarga kerajaan.

Eksistensi Nusantara

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Naik Pesawat Terbaru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Syarat Terbaru Naik Pesawat Resmi Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Travel Update
Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Bali Jadi Destinasi Paling Romantis di Asia 2021 Versi World Travel Awards

Travel Update
Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Waktu yang Tepat untuk Wisata ke Candramaya Pool and Resort Klaten

Travel Tips
AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

AirAsia Kembali Jadi Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Asia

Travel Update
10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

10 Kegiatan Wisata di Candramaya Pool and Resort Klaten, Lihat Gunung Merapi

Jalan Jalan
Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Kendal PPKM Level 2, ASITA Jateng Kenalkan Tempat Wisata Kendal ke Agen Wisata

Travel Update
Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Hari Pertama Dibuka, Gunungkidul dan Pantai Bantul Diserbu Wisatawan

Travel Update
6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

6 Oleh-oleh Makanan Khas Pontianak, Ada Brownies Durian dan Kue Bingke

Jalan Jalan
Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary 3 Hari 2 Malam di Pontianak, Kunjungi Keraton Kadriah

Itinerary
Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Syarat Wisata ke Ancol untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Travel Update
Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.