Kompas.com - 23/06/2013, 09:40 WIB
Tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di pusat pelestarian Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (20/4/2010). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di pusat pelestarian Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (20/4/2010).
EditorI Made Asdhiana
KUTA, KOMPAS.com - Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara antusias melepasliarkan anak penyu atau tukik ke habitatnya di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013) petang, dalam rangkaian kegiatan "Bali’s Big Eco Weekend" (BBEW). Pada acara tahunan yang digagas PT Coca-Cola Amatil Indonesia, Quiksilver, dan PT Garuda Indonesia itu pihak panitia menyiapkan sedikitnya seribu ekor tukik.

Acara yang dihadiri Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ilyas Asaad tersebut juga diisi dengan pengumpulan sampah oleh wisatawan dan menanam pohon bersama di Pantai Kuta.

Dalam satu jam saja, partisipan berhasil mengumpulkan 220 kilogram sampah. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan total sampah yang berhasil dikumpulkan di acara serupa tahun lalu.

"Kami sangat terinspirasi melihat masyarakat bekerja sama untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih, dan sehat. Bahkan lebih indah dari sebelumnya," kata Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia, Erich Rey.

Menurut Erich, BBEW memang didesain untuk mengumpulkan semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah dan pelaku usaha untuk melestarikan keindahan pantai yang memiliki peran besar bagi pariwisata Bali.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, negara pemasok turis terbesar ke Bali di tahun 2012 adalah Australia yang berkontribusi 27 persen terhadap jumlah total wisawatan mancanegara.

Untuk menyemarakkan BBEW, pihak panitia juga menghadirkan atlet selancar asal Australia seperti Mark Richards dan Martin Potter, dan ikon selancar lainnya seperti Jake Paterson, Matt Hoy, Peter McCabe, dan Simon Anderson. Selain itu juga ada musisi dan aktivis lingkungan, Melanie Subono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CEO Quiksilver Asia Tenggara Paul Hutson merasa bangga bisa berpartisipasi aktif dalam melestarikan lingkungan Pulau Bali. "Kami ini sudah menjadi bagian dari Indonesia," katanya.

Sementara itu PT Garuda Indonesia dalam kegiatan tersebut membantu 500 bibit pohon untuk meningkatkan keindahan Pantai Kuta. "Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu perbaikan dan pelestarian alam Pulau Bali, terutama melihat dari semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang bepergian dari dan menuju Bali," kata Heriyanto selaku EVP Human Capital and Corporate Affairs PT Garuda Indonesia.

Program Bali Beach Clean Up dirintis Coca-Cola Amatil Indonesia dan Quiksilver pada 2008 untuk membantu menangani persoalan sampah yang tak pernah berkesudahan. Garuda Indonesia pertama kali bergabung dalam program itu pada 2012 dengan menyumbangkan dua unit "Beach Surf Rake" yang dapat mengangkat berbagai jenis sampah dari atas pasir.

Dalam merealisasikan program tersebut, ketiga perusahaan itu juga melibatkan ratusan masyarakat desa adat di Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan Kedonganan. Sampai saat ini 74 petugas kebersihan dari kelima desa adat itu digaji oleh ketiga perusahaan tersebut untuk membersihkan sampah di garis pantai sepanjang 9,7 kilometer.

"Kami berharap program ini terus dilanjutkan, mengingat tingginya antusiasme masyarakat," kata Alit Wardana selaku tokoh masyarakat di Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, dan Kedonganan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Travel Update
6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

Travel Tips
Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Jalan Jalan
Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Jalan Jalan
Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Travel Tips
46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

InterContinental Bandung Dago Pakar Jadi Hotel Terbaik di Indonesia 2021

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.