Kompas.com - 24/06/2013, 09:34 WIB
Wisatawan mengunjungi Pantai Dreamland, di Bali, Jumat (7/9/2012). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOWisatawan mengunjungi Pantai Dreamland, di Bali, Jumat (7/9/2012).
EditorI Made Asdhiana

SEGELINTIR pelaku pariwisata di Bali menilai sektor wisata ”Pulau Dewata” mulai jenuh, terutama wilayah selatan. Tingkat hunian hotel pun tak lagi merata karena hanya sekitar 60 yang memiliki persentase keterisian sesuai kapasitas. Sekitar 30 persen penginapan justru kesulitan mencapai target.

Padahal, rata-rata kunjungan wisatawan asing melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, tercatat 5.000 orang per hari. Jumlah kamar hotel di ”Pulau Dewata” tercatat sekitar 50.000 kamar. Kendati berdasarkan tingkat keterisian penginapan mengalami penurunan, di sisi investasi, Bali tetap memikat hati pemodal asing dan dalam negeri.

Berdasarkan catatan Badan Penanaman Modal (BPM) Bali, realisasi investasi pada 2012 sebesar Rp 13,5 triliun. Realisasi ini naik dari tahun 2010 yang tercatat Rp 5,3 triliun.

Angka realisasi tersebut, sumber pananaman modal seimbang dari modal dalam negeri dan asing. Ya, sejak tiga tahun terakhir, modal dalam negeri mulai menyamai penanam modal asal asing.

Hanya saja sektor tersier lebih mendominasi ketimbang sektor primer. Sektor tersier yang mencolok adalah perdagangan dan reparasi, hotel, serta restoran. Sementara setahun terakhir, transportasi, gudang, dan komunikasi ikut mewarnai penanaman modal, terutama dari pemilik modal nasional.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi lokasi wisata Pura Ulu Watu, Bali, Selasa (1/1/2011). Berdasar data Dinas Pariwisata Bali, hingga Agustus 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung di Bali mencapai 1.8 juta wisatawan.
Menurut Laporan Bank Indonesia periode Desember 2012, pembangunan transportasi, seperti jalan di atas perairan dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai, ikut mendongkrak investasi swasta tersebut. Hal itu bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pendirian hotel, dan restoran, yang juga tak kenal henti.

Pertumbuhan ekonomi Bali selama lima tahun terakhir naik dari 4,5 persen pada 2008 menjadi 6,6 persen pada 2012. Inflasi pun tercatat dari 9,6 persen pada 2008 dan mampu ditekan 4,7 persen pada 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pilihan favorit

Kendati demikian, angka investasi dan pertumbuhan ekonomi Bali tak merata dirasakan semua wilayah di sembilan kabupaten/kota. Bali selatan yang terdiri dari Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar, masih menjadi pilihan favorit investasi pemodal lokal ataupun asing.

Buktinya, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Bali tahun 2012 tercatat sebesar 67,22 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.