Batam Promosikan Potensi Pariwisata di Surabaya

Kompas.com - 24/06/2013, 16:06 WIB
Tim dari Galang melaju paling depan dalam ajang tahunan International Sea Eagle Boat Race di perairang Elang-elang, Belakang Padang, Batam, Jumat (16/11/2012).  TRIBUN/TAUFAN WIJAYA Tim dari Galang melaju paling depan dalam ajang tahunan International Sea Eagle Boat Race di perairang Elang-elang, Belakang Padang, Batam, Jumat (16/11/2012).
EditorI Made Asdhiana
SURABAYA, KOMPAS.com - Kota Batam mempromosikan potensi pariwisata dengan menampilkan berbagai kesenian serta budaya yang dikemas dalam bentuk "Direct Promotion Batam" (DPB) selama dua hari, mulai Sabtu (22/6/2013) hingga Minggu (23/6/2013), di Ciputra World Surabaya.

"Kami ingin memperkenalkan budaya Batam kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Dijamin bagi siapa saja pengunjung tidak akan kecewa setelah mengenal dan mengetahuinya langsung," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri ditemui di sela pameran dan pertunjukan di arena DPB.

Posisi strategis Batam sebagai kota transit ke Malaysia atau Singapura menjadi kelebihannya selama ini. Karena itulah, daya tarik Batam sebagai kota wisata disambut sangat antusias bagi pengunjung asal luar negeri. Di sisi lain, Batam yang baru dibangun menjadi sebuah kota pada 1970-an, penuh dengan pesona lain.

Meski tidak mempunyai pegunungan atau pantai indah, jumlah kunjungan wisatawan di Batam relatif sangat tinggi. Tercatat pada tahun 2012, total 1.219.608 wisatawan mancanegara berkunjung ke Batam.

"Wisatawan asing mayoritas dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Filipina, China, India, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Tahun ini diprediksi jumlah wisatawan asing bertambah dibandingkan dengan tahun lalu," katanya.

Menyinggung soal potensi wisatawan domestik, Yusfa mengatakan bahwa pihaknya patut berbangga karena Batam menjadi daerah ketiga terbesar yang dikunjungi di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Tercatat setiap tahunnya, jumlah pengunjung dari daerah lain mencapai kenaikan hingga 10 persen dari tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2010, sekitar lima juta wisatawan domestik yang datang. Tahun berikutnya bisa mencapai 5,5 juta pengunjung dan tahun lalu lebih dari enam juta orang. Diharapkan tahun ini makin bertambah dan wisatawan betah di Batam," katanya.

Menurut Yusfa, potensi pengunjung dari Jawa Timur, khususnya Surabaya, relatif sangat tinggi. Selain ditunjang mudahnya alat trasportasi, roda ekonomi di bidang industri dan perdagangan Surabaya dinilai sesuai dengan Batam, sedangkan untuk penerbangan total ada tiga kali penerbangan dari Surabaya ke Batam.

Beberapa budaya dan kesenian Batam, antara lain, permainan tarik ban bekas, atraksi kuda lumping, serta Kampung Melayu dan Camp Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Di samping itu, perkembangan budaya tari-tarian serta wisata kuliner menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Tidak hanya itu saja, dinobatkannya Batam sebagai satu dari 16 daerah sebagai kota tujuan MICE oleh pemerintah pusat, membuat pemerintah lebih termotivasi mengembangkan, khususnya di bidang perhotelan. Total, ada 179 hotel berbintang maupun nonbintang yang saat ini tersebar di kota yang berseberangan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu.

"Potensi lainnya, Batam saat ini memiliki tujuh lapangan golf berstandar internasional. Artinya, Batam dikenal sebagai surga bagi pecandu golf," kata Yusfa.

Sementara itu, Direct Promotion Batam di Surabaya merupakan yang kali kedua digelar oleh Pemerintah Kota Batam di Tanah Air. Selain Surabaya, pameran serupa digelar di Jakarta. Selanjutnya, kegiatan tahunan ini akan diselenggarakan di Malaysia dan India. Pihaknya membawa 115 orang ke Surabaya yang diutus untuk memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata Batam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X