Kompas.com - 24/06/2013, 19:12 WIB
Turis asing penumpang kapal pesiar MV Discovery saat bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (29/1/2012). Kapal yang telah berlayar selama 21 hari dan membawa sekitar 300 wisatawan asing ini telah singgah di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESTuris asing penumpang kapal pesiar MV Discovery saat bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (29/1/2012). Kapal yang telah berlayar selama 21 hari dan membawa sekitar 300 wisatawan asing ini telah singgah di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura.
EditorI Made Asdhiana
AMLAPURA, KOMPAS.com - Bupati Karangasem, Wayan Geredeg berharap program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dapat mendukung wisata kapal pesiar di daerah paling timur Pulau Bali itu.

"Saya sangat mendukung program Simantri karena sejalan dengan upaya menghasilkan produk-produk pertanian organik. Sekarang wisatawan sudah mulai meninggalkan produk pertanian yang menggunakan zat kimia," katanya di sela-sela menerima kunjungan rombongan wartawan dan Humas Pemprov Bali di Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (24/6/2013).

Menurut Geredeg, dengan dibangunnya dermaga kapal pesiar di Tanah Ampo, diharapkan dapat mendongkrak hasil pertanian warga.

"Pertanian dan pariwisata hendaknya dapat bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak lucu kalau buah dan sayuran yang akan dikonsumsi wisatawan kapal pesiar didatangkan jauh-jauh dari negara tetangga," ucapnya.

Geredeg menambahkan bahwa sesungguhnya potensi kunjungan kapal pesiar ke Bali cukup tinggi yang merupakan limpahan kunjungan kapal pesiar dari Singapura.

"Sekarang kunjungan kapal pesiar ke Singapura sekitar 670 kali per tahun, sekitar setengahnya direncanakan akan dibawa ke Bali karena di sana mereka juga kekurangan destinasi wisata. Bisa dibayangkan betapa dampak ekonominya bagi masyarakat kita yang rata-rata setiap kapal pesiar memuat hingga 4.000 penumpang," ucapnya.

Bupati memaparkan, kalau masyarakat Karangasem bisa memanfaatkan peluang tersebut dari sisi pertanian, tentu akan mendongkrak penghasilan petani. Hanya saja sampai saat ini dermaga Tanah Ampo belum mampu digunakan tempat bersandar kapal-kapal pesiar zaman sekarang yang panjangnya di atas 350 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Sumber Antara
    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

    Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

    Travel Update
    Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

    Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

    Travel Update
    Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

    Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

    Travel Update
    Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

    Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

    Travel Update
    Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

    Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

    Travel Update
    Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

    Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

    Travel Update
    Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

    Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

    Travel Update
    Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

    Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

    Travel Update
    Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

    Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

    Travel Update
    Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Travel Update
    9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

    9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

    Travel Update
    Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

    Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

    Travel Update
    Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

    Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

    Travel Update
    MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

    MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

    Travel Update
    Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

    Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

    Travel Update
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.