Kompas.com - 28/06/2013, 18:57 WIB
Kuda menjadi hewan yang banyak dipelihara masyarakat di Desa Adat
Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba,
Sulawesi Selatan. KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARIKuda menjadi hewan yang banyak dipelihara masyarakat di Desa Adat Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
|
EditorI Made Asdhiana
CANDA tawa riang siswa sekolah menyambut di depan gerbang masuk Desa Adat Ammatoa. Desa Adat Ammatoa berada di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Gerbang masuk berupa pendopo kayu dengan atap dari jerami dengan bernuansa hitam. Ada papan nama yang menggantung besar bertuliskan "Selamat Datang Kawasan Adat Ammatoa".

Di depan pendopo ada Sekolah Dasar (SD) yang menjadi tempat menimba ilmu anak-anak Desa Tana Towa. Saat jam pulang sekolah tiba, puluhan anak menyeruak keluar dari kelas-kelas mereka. Berjalan bersama kawan-kawannya pulang ke rumah.

Ada satu yang menjadi perhatian dari siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 351 Kawasan Ammatoa Kecamatan Kajang tersebut yaitu pada seragam yang mereka gunakan. Berbeda dengan siswa sekolah dasar pada umumnya di sebagian wilayah di Indonesia yang menggunakan seragam putih dan merah, siswa SD di desa Tana Towa mengenakan seragam putih dan hitam.

Warna hitam sepertinya memang sudah menjadi simbol masyarakat Desa
Tana Towa yang didiami oleh Suku Kajang. Hitam, bagi mereka merupakan filosofi hidup. Dari gelapnya rahim di kandungan ibu kembali ke gelapnya liang kubur saat meninggal. Warna hitam pula yang menjadi pakaian warga desa setiap harinya. Mulai dari sarung, baju hingga penutup kepala.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Anak-anak Sekolah Dasar (SD) Desa Adat Ammatoa, Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Masuk ke kawasan desa adat Ammatoa, disambut oleh tanah bebatuan dan
rerimbunan pepohonan besar di sepanjang jalan masuk. Hal tersebut tidak hanya ditemui pada jalan masuk melainkan seluruh kawasan desa yang sebagian besarnya memang masih merupakan kawasan hutan. Sedangkan nama Ammatoa adalah sebutan bagi kepala adat Suku Kajang. Untuk komunikasi sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Konjo.

Sesekali terlihat rumah penduduk berbentuk panggung memanjang terbuat dari kayu. Tak jarang juga terlihat sang pemilik rumah sedang beraktifitas di sekelilingnya. Semakin diperhatikan, ternyata bentuk rumah penduduk adalah sama, pun menghadap ke satu arah yang sama. Pada pekarangan di setiap rumah mereka, rata-rata memiliki binatang peliharaan. Entah ayam, sapi atau kuda.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Gerbang Masuk desa adat Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dalam kesehariannya, masyarakat Suku Kajang masih menganut berbagai mitos. Hal tersebut bukan bermaksud menakut-nakuti melainkan untuk menjaga perilaku masyarakat supaya tetap serasi hidup berdampingan dengan alam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut Ammatoa cara hidup kita di sini diatur oleh Pasang. Pasang semacam petuah yang tidak tertulis yang disampaikan secara lisan kepada leluhur. Pasang meliput beberapa unsur dalam kehidupan baik mengatur bidang kelangsungan hidup dan lain-lain," ujar Kepala Desa Tana Towa, Sultan.

Sultan pun mengatakan, adanya Ammatoa bertugas untuk mendoakan manusia dan seisi alam agar jauh dari bahaya. Karena masyarakat Suku Kajang meyakini daerah dimana mereka tinggal sekarang, Tana Towa, adalah tanah tertua yang ada di dunia sebelum adanya kehidupan.

Kehidupan masyarakat Desa Adat Ammatoa bisa dibilang tak tersentuh oleh modernisasi. Tak akan ditemui benda elektronik, telepon selular dan listrik. Bahkan mobil dan motor pun tak dapat masuk ke pemukiman masyarakat desa yang akses jalannya masih didominasi bebatuan. Pendopo di gerbang masuk desa seakan menjadi pembatas kehidupan modern dan kehidupan adat khas Suku Kajang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X