Kompas.com - 28/06/2013, 18:57 WIB
Rumah masyarakat desa adat Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARIRumah masyarakat desa adat Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
|
EditorI Made Asdhiana

Bukannya mereka menolak kemajuan teknologi yang ada melainkan mereka memiliki konsep hidup dengan cukup. Memanfaatkan apa yang telah alam sediakan kepada mereka dengan sewajarnya dan tetap menjaga kelestariannya.

Perhatian banyak kalangan

Konsep hidup masyarakat Suku Kajang yang selaras dengan alam rupanya menjadi perhatian banyak kalangan. Baik dari akademisi maupun lembaga pemerhati lingkungan. Agus Mulyana dari Center for International Forestry Research (CIFOR) mengatakan bahwa di Desa Ammatoa ini, ditemukan titik keseimbangan antara lingkungan dan masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari bagaimana masyarakat menjaga kawasan desa mereka yang sebagian besar adalah hutan. Hutan desa Ammatoa diketahui memiliki jenis kayu biti (Vitex cofassus) dengan kualitas nomor wahid. Kayu biti berbentuk bengkok adalah kayu terbaik untuk pembuatan kapal phinisi.

"Di Bulukumba kayu biti makin bengkok makin mahal. Di sini (Tana Towa) kayu biti banyak sekali," ujar dosen Fakultas Kehutanan Universtas Hassanudin, Asar Said Mahbub.

Asar yang merupakan seorang dosen dan peneliti, mengaku sangat terkesan dengan perilaku hidup masyarakat desa adat Ammatoa karena kesederhanaan mereka.

"Soal kebutuhan hidup mereka di sini paling bagus. Mereka konsepnya di sini yang penting hidup cukup. Yang terpenting pertama itu adalah pakaian adat, serba hitam. Mereka tidak mempersoalkan berapa harganya, di mana membeli. Yang penting mereka cukup punya pakaian," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang kedua adalah yang terpenting ada ikan untuk makan, ada sawah, ada kebun. Bukan berapa luasnya, isinya apa saja," katanya.

Termasuk dalam pembuatan rumah. Bentuk maupun bagian dalam rumah masyarakat adat Ammatoa adalah sama. Di bagian depan langsung disambut dengan dapur. Hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada tamu yang datang apa-apa saja yang dimiliki oleh sang empunya rumah, tercermin dari dapurnya. Sehingga tak ada yang disembunyikan.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Jalan masuk ke Desa Adat Ammatoa, Desa Tana Towa Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Atap rumah bernama anjong yang di ujungnya berbentuk ekor ayam jantan merupakan warisan dari Kerajaan Gowa. "Makanya di sini mencari rumah Ammatoa itu sulit karena bentuk rumahnya sama semua. Orang luar tak akan tahu kalau tidak diberi tunjuk sama warga sini," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

6 Wisata Wonogiri yang Tutup Sementara per 16 Juni 2021, Jangan Kecele

Travel Update
Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Wisata Soko Langit, Infinity Pool di Wonogiri Tutup Sementara

Travel Update
Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Pulau Untung Jawa Kembangkan Kampung Jepang, Ada Pohon Sakura Asli

Travel Update
Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Wings Air Buka Rute Kupang-Lewoleba-Kupang, Mulai dari Rp 400 Ribu

Travel Update
Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Travel Update
Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor

Travel Update
Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Museum MACAN Jakarta Tetap Buka, Simak Panduan Berkunjungnya

Jalan Jalan
Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Simak, Ini Daftar 9 Hotel Karantina WNA dan WNI di Jakarta Selatan

Travel Update
Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Cegah Covid-19, Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 2021 dan Ubah Hari Libur Nasional

Travel Update
Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Travel Update
Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Indahnya Pemandangan Danau Toba dari Ketinggian di Geosite Sipinsur

Jalan Jalan
Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Rute Menuju Obelix Hills, Wisata Instagramable Terbaru di Yogyakarta

Travel Tips
Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Thailand Targetkan Pembukaan Penuh Pertengahan Oktober 2021

Travel Update
Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Cara Pesan Tiket Online Museum Angkut, Wisata Andalan di Kota Batu

Travel Tips
Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Mulai Pulih dari Covid-19, Taman Hiburan Disney Akan Gelar Lagi Pertunjukan Kembang Api

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X