Menikmati Petualangan Alam, Budaya, dan Religi di Lembata

Kompas.com - 29/06/2013, 10:36 WIB
Warga Lembata di NTT. DOK INDONESIA.TRAVELWarga Lembata di NTT.
EditorI Made Asdhiana

Di atasnya, pemerintah daerah telah menyelesaikan blueprint pembangunan patung Yesus Kristus yang akan menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah patung di Rio De Jenairo di Brasil. Saat ini Bukit Doa memiliki tanda salib raksasa yang mengukir permukaannya menghadap matahari terbenam di balik Gunung Ile Boleng, Pulau Adonara.

Sunset Point Wolor Pass yang juga dikenal sebagai Gembok Cinta tidak jauh letaknya dari Bukit Doa. Berada di atas garis pantai Waijarang. Gembok Cinta dibangun sebagai panggung alam yang menyuguhkan panorama mentari terbenam yang indah menemani keagungan Ile Boleng di Adonara.

Tepat di puncak bukit, sebuah pelataran rapih dan kokoh menjadi menara alam untuk menikmati sekeliling Wolor Pass yang mengagumkan.

Desa tradisi Lusilame memiliki kekuatan mempertahankan tradisi menutur yang mengalir dari generasi ke generasi tentang sejarah nenek moyang mereka di Lembata. Terdapat 12 rumah yang menjadi wakil bagi setiap suku yang ada di Lembata dimana setiap rumah didiami suku berbeda.

Mengelilingi hutan larangan, rumah-rumah ini menjadi salah satu pusat pertemuan para tetua adat yang duduk bersama di atas batu-batu yang ditetapkan menjadi kursi tradisi tiap kepala suku. Hingga kini, budaya bertutur tetap dipertahankan warganya.

Beberapa kilometer menembus jalan hutan yang tersohor dengan gaya off road, terdapat tanah ulayat Suku Wawin, salah satu suku dari 12 suku adat yang terdapat di Lusilame. Tanah ulayat yang disebut karun ini sepintas tak memiliki keunikan tetapi saat Anda berada di area karun maka akan terasa hawa panas karena memang tersohor sebagai dapur alam.

Beberapa lubang terlihat di dekat tumpukan daun-daun yang melayu sebagai tutup lubang yang setiap hari dijadikan 'panci' alami dimana semua bahan masakan dimasukkan ke dalamnya dan panas bumi menyelesaikan semua proses memasak hingga matang.

Demi mendukung pembangunan Lembata termasuk sektor pariwisatanya, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melemparkan konsep pengembangan “One Village One Product” untuk 144 desa. Hal itu selaras dengan program-program MP3EI demi mempercepat pembangunan di Lembata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke pulau ini.

Selain itu, “Hello Lembata, Be Inspired” juga akan menjadi slogan untuk mengangkat Lembata sebagai daerah tujuan wisata yang maju dengan pengembangan wisata religi, ekowisata dan agrowisata.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X