Kompas.com - 29/06/2013, 20:41 WIB
Kompleks Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7 memiliki tujuh candi yaitu Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Kompleks Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7 memiliki tujuh candi yaitu Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati.
EditorI Made Asdhiana
BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Duta Besar Republik Seychelles, Nico Barito mengaku kagum terhadap keindahan panorama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Dieng ini tempat wisata yang baik sekali. Artinya, alamnya terawat baik, masyarakatnya ramah, yang saling saya banggakan yaitu keasliannya, jalannya masih kecil tapi bagus, kulinernya, dan budayanya," kata Nico di sela-sela kegiatan "Dieng Culture Festival (DCF) IV", di kompleks Candi Arjuna, KWDT Dieng, Banjarnegara, Sabtu (29/6/2013).

Menurut Nico, KWDT Dieng merupakan suatu destinasi wisata yang memiliki nilai-nilai warisan budaya.

"Warisan budaya yang sedemikian bagus, ada candi, ada kawah, cuma sayangnya mungkin masih bersifat pesta lokal. Kita ini sebagai perwakilan negara asing, diberi kesempatan kemari tentu terpanggil, bagaimana kita bisa mengajak lebih banyak orang untuk kemari," kata Nico yang juga Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles untuk negara-negara ASEAN.

Oleh karena itu, dia mengimbau media massa untuk bisa menginformasikan potensi KWDT Dieng dalam bahasa Inggris karena selama ini, berita-berita tentang Dieng di jaringan internet lebih banyak tersaji dalam bahasa Indonesia.

Terkait hal itu, Nico mengharapkan wartawan bisa mengirimkan berita tentang Dieng kepadanya dan selanjutnya akan didistribusikan kepada warga Seyschelles melalui media massa di negara itu, sehingga pembacanya menjadi lebih banyak.

"Saya kira, promosi paling utama melalui media, karena kalau media sudah mengangkatnya, promosinya akan bagus. Republik Seychelles tanpa dukungan media, tidak akan ada yang kenal," kata pria kelahiran Barito (Kalimantan) ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disinggung mengenai infrastruktur menuju Dieng, Nico mengatakan hal itu ibarat telur dan ayam, yakni siapa yang datang dulu.

Dia mengakui infrastruktur memang diperlukan, tetapi jika berbicara tamu yang datang berasal dari dalam dan luar negeri, hal itu merupakan dua subyek yang berbeda.

"Kalau tamu dari luar negeri, datangnya menggunakan pesawat terbang, sehingga harus bicara tidak hanya infrastruktur di Dieng sendiri, tetapi juga bagaimana Jakarta sebagai pelabuhan internasional, bagaimana Semarang dan Solo itu ikut menjemput bola. Jadi, kalau misalnya bandara yang ada di Solo dan Semarang tidak ikut menjemput bola, tidak ikut mempromosikan Dieng, orang tidak akan pernah tahu Dieng," paparnya.

Selain itu, lanjut Nico, Dieng juga harus punya meja-meja promosi di berbagai bandara internasional karena selain maskapai penerbangan Garuda, tidak ada penerbangan-penerbangan internasional lainnya yang menuliskan tentang Dieng di majalahnya.

Terkait akses jalan dari Banjarnegara menuju Dieng yang berliku, dia mengaku hal itu tidak menjadi permasalahan. "Seychelles itu negara pulau, tetapi pulau gunung, dari laut langsung gunung. Jadi, Seychelles dengan kondisi demikian, wisatawan tetap jalan," katanya.

Dia pun mencontohkan Italia yang kondisi jalannya berupa lorong-lorong kecil tetap dipertahankan karena nilai seninya ada pada kondisi seperti itu. "Di saat dia (jalan) besar, menjadi jalan tol, tidak ada seninya. Jadi rute itu (Banjarnegara menuju Dieng) tidak menjadi masalah," katanya.

Kendati demikian, Nico mengatakan bahwa di sepanjang jalur Banjarnegara-Dieng perlu diberi rambu-rambu dan penunjuk arah supaya orang yang baru pertama kali datang ke Dieng akan merasa nyaman.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.