Kompas.com - 09/07/2013, 08:47 WIB
EditorI Made Asdhiana
KADEK Voni (36), warga Kota Denpasar, Bali, bergegas mengajak kedua orangtua dan adik perempuannya menuju Pelabuhan Benoa, Sabtu (6/7/2013) siang. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan memasuki jalan di atas perairan alias Jalan Tol Bali sepanjang 12,7 kilometer yang dibuka untuk umum secara gratis asalkan berjalan kaki atau naik sepeda. Jalan itu akan benar-benar dioperasikan Agustus nanti.

”Kami ini aji mumpung menikmati pemandangan jalan tol dengan bebas. Kami penasaran dengan pemberitaan di media massa. Begitu kami baca ada fun walk dan fun bike gratis, ya, langsung daftar,” tutur Voni.

Rasa penasaran juga ditunjukkan warga lain. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Bali untuk tujuan yang sama, menikmati jalan tol yang membelah perairan, berjalan atau bersepeda, dan berfoto.

Wisata rakyat

Komunitas sepeda, seperti Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) Bali, pun ngotot untuk menjajal jalan tol baru itu sebelum peresmian. Mereka juga berharap ada kebijakan setidaknya tiga bulan sekali setelah beroperasi, pengelola bersedia membebaskan beberapa jam untuk pesepeda dan pejalan kaki melenggang.

Sabtu sore itu bagaikan pesta rakyat di atas jalan tol. Ratusan orang berkumpul bersama kawan, keluarga, atau kerabat. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan pun tak mau ketinggalan. Ia berbaur bersama masyarakat Bali.

”Kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh warga Bali untuk menikmati jalan tol ini. Silakan berfoto-foto! Karena memang pemandangannya menarik sekali,” kata Dahlan lagi.

Ia berharap, masyarakat bisa sepuasnya menikmati dan memuaskan rasa penasarannya sebelum jalan itu benar-benar beroperasi. Ia pun mengingatkan agar tak terlena dengan pemandangan sepanjang jalan tol ketika beroperasi nanti karena bisa berdampak kecelakaan.

Sepanjang perjalanan ini, masyarakat bisa memandangi lautan lepas dan pantai dengan hutan bakau. Kapal nelayan dan perahu wisata juga bisa dinikmati dalam perjalanan singkat itu. Rona-rona matahari terbit dan tenggelam pun bisa jelas dinikmati di sana. Indah….

Pengamat sosial dari Universitas Udayana, Ras Amanda, mengatakan, maraknya orang menikmati jalan tol baru di Bali itu adalah bagian dari wisata rakyat. Media membuat masyarakat penasaran dan tertarik.

34.000 tiang pancang

Pembangunan Jalan Tol Bali ini dimulai dengan penancapan tiang pancang pada 17 April 2012. Sekitar 34.000 tiang pancang pun menancap di bumi di 14.000 titik. Ratusan pekerja merampungkan pembangunan jalan itu selama 14 bulan hingga awal Juni ini, dengan melawan pasang surut air laut.

Anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 2,4 triliun, berasal dari konsorsium sebesar 30 persen dan sisanya dari sindikasi joint mandated lead arrangers (JMLA) senilai Rp 1,739 triliun. Enam bank yang terlibat membiayai pembangunan jalan itu adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, dan BPD Bali.

Apa yang membedakan dengan jalan tol lain di Indonesia sehingga PT Jasamarga Bali Tol menyebutnya ini satu-satunya? Pertama, berada di Bali dengan pemandangan yang indah dan bisa dinikmati di atas mobil atau sepeda motor. Kedua, pembangunannya menggunakan ribuan tiang pancang dengan mengikuti pasang surut laut. Jembatan Suramadu dibangun dengan mengebor untuk fondasi, bukan menggunakan tiang pancang.

Jalan tol itu menghubungkan tiga titik, yaitu Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai di Kabupaten Badung, serta Pelabuhan Benoa (Kota Denpasar). Ketiga, terdapat tiga simpang susun di tengahnya. Terdapat tiga gerbang penghubung, dengan titik nol kilometer di gerbang Nusa Dua.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol Akhmad Tito Karim mengingatkan pengendara agar tak sembarangan melalui jalan tol itu dan tetap waspada. Pengelola memberikan peringatan di sejumlah ruas untuk berhati-hati dengan angin kencang. Karena itu, ia menekankan agar nanti pengendara mobil tak melebihi kecepatan 80 kilometer per jam dan sepeda motor maksimal 40 kilometer per jam.

Tarif dan nama jalan itu belum ditentukan. Rabu besok, Ida Pedanda Putra Bajing akan menggelar upacara adat Tawur Gentuh dan Pemelaspasan agar jalan itu direstui Sang Hyang Widi. (Ayu Sulistyowati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.