Kompas.com - 09/07/2013, 15:24 WIB
Abdi dalem Keraton Ternate di Keraton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/7/2012). Keraton ini dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1810 terletak diatas Bukit Limau Santosa. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Abdi dalem Keraton Ternate di Keraton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (3/7/2012). Keraton ini dibangun oleh Sultan Muhammad Ali pada tanggal 24 November 1810 terletak diatas Bukit Limau Santosa.
EditorI Made Asdhiana
TERNATE, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu merevitalisasi Benteng Orange di Ternate, Maluku Utara, sebagai bentuk kepedulian dalam usaha pelestarian cagar budaya peninggalan kolonial di daerah ini.

Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman mengatakan di Ternate, Selasa (9/7/2013), Kementerian PU akan membantu merevitalisasi Benteng Orange dalam bentuk pembuatan tata ruang bangunan di benteng peninggalan Belanda itu yang akan dimulai 2013.

Pembuatan tata ruang bangunan di dalam kawasan Benteng Orange, nantinya akan menjadi dasar bagi Kementeian PU untuk menyalurkan bantuan lainnya yang terkait dengan kegiatan revitalisasi pada bagian lainnya di benteng tersebut.

"Pemkot Ternate mengupayakan agar Kementerian PU juga membantu merevitalisasi empat benteng peninggalan kolonial lainnya di Ternate, karena kondisi benteng tersebut juga sudah mengalami kerusakan akibat termakan usia," katanya.

Pemkot Ternate harus berupaya mendapatkan bantuan dari berbagai kementerian untuk merevitalisasi semua benteng peninggalan Kolonial di Ternate, karena pemkot mengalami keterbatasan dana untuk merevitalisasinya sendiri.

Menurut Burhan, keberadaan benteng kolonial tersebut memiliki arti sangat penting bagi Pemkot Ternate karena telah menjadi salah satu daya tarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke daerah ini.

Jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Ternate setiap bulannya mencapai 5.000 orang lebih dan umumnya selalu menyempatkan diri mengunjungi benteng peninggalan kolonial tersebut.

Menyinggung keberadaan warga yang bermukim di dalam kawasan Benteng Orange, Wali Kota mengatakan, semuanya akan direlokasi ke tempat yang telah disiapkan, di antaranya di wilayah Sabia, Ternate Tengah paling lambat akhir 2013.

Para wisatawan yang selama ini berkunjung ke Benteng Orange sering mengeluhkan keberadaan warga yang bermukim di dalam kawasan benteng itu, karena sangat mengganggu keindahan dan kekhasannya sebagai peninggalan sejarah.

Benteng Orange dibangun tahun 1607 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Matelief de Jonge. Benteng ini pernah menjadi pusat pemerintahan VOC dibawah Gubernur Jenderal Jan Pieter Both, Herald Reyist, Laurens Real dan JC Coum.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Travel Update
Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Travel Tips
14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Travel Tips
Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Jalan Jalan
Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Jalan Jalan
20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Jalan Jalan
Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Jalan Jalan
Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.