Kompas.com - 09/07/2013, 15:24 WIB
EditorI Made Asdhiana
TERNATE, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum akan membantu merevitalisasi Benteng Orange di Ternate, Maluku Utara, sebagai bentuk kepedulian dalam usaha pelestarian cagar budaya peninggalan kolonial di daerah ini.

Wali Kota Ternate, Burhan Abdurrahman mengatakan di Ternate, Selasa (9/7/2013), Kementerian PU akan membantu merevitalisasi Benteng Orange dalam bentuk pembuatan tata ruang bangunan di benteng peninggalan Belanda itu yang akan dimulai 2013.

Pembuatan tata ruang bangunan di dalam kawasan Benteng Orange, nantinya akan menjadi dasar bagi Kementeian PU untuk menyalurkan bantuan lainnya yang terkait dengan kegiatan revitalisasi pada bagian lainnya di benteng tersebut.

"Pemkot Ternate mengupayakan agar Kementerian PU juga membantu merevitalisasi empat benteng peninggalan kolonial lainnya di Ternate, karena kondisi benteng tersebut juga sudah mengalami kerusakan akibat termakan usia," katanya.

Pemkot Ternate harus berupaya mendapatkan bantuan dari berbagai kementerian untuk merevitalisasi semua benteng peninggalan Kolonial di Ternate, karena pemkot mengalami keterbatasan dana untuk merevitalisasinya sendiri.

Menurut Burhan, keberadaan benteng kolonial tersebut memiliki arti sangat penting bagi Pemkot Ternate karena telah menjadi salah satu daya tarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke daerah ini.

Jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Ternate setiap bulannya mencapai 5.000 orang lebih dan umumnya selalu menyempatkan diri mengunjungi benteng peninggalan kolonial tersebut.

Menyinggung keberadaan warga yang bermukim di dalam kawasan Benteng Orange, Wali Kota mengatakan, semuanya akan direlokasi ke tempat yang telah disiapkan, di antaranya di wilayah Sabia, Ternate Tengah paling lambat akhir 2013.

Para wisatawan yang selama ini berkunjung ke Benteng Orange sering mengeluhkan keberadaan warga yang bermukim di dalam kawasan benteng itu, karena sangat mengganggu keindahan dan kekhasannya sebagai peninggalan sejarah.

Benteng Orange dibangun tahun 1607 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Matelief de Jonge. Benteng ini pernah menjadi pusat pemerintahan VOC dibawah Gubernur Jenderal Jan Pieter Both, Herald Reyist, Laurens Real dan JC Coum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.