Kompas.com - 10/07/2013, 09:19 WIB
Gunung Bromo. BARRY KUSUMAGunung Bromo.
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Menikmati pagi di Bromo menjadi impian bagi sebagian orang. Suasana yang hening, dingin, pemandangan yang dahsyat plus tradisi lokal yang terpelihara menjadi daya tarik Bromo yang abadi. Jawa Timur memang beruntung memilikinya. Bromo terletak sekitar 85 km dari Surabaya. Daerah ini bisa dijangkau dari Probolinggo atau Malang. Jalur normal biasanya dari Probolinggo. Adapun dari Malang, kita harus melewati lautan pasir dengan pilihan dan jumlah kendaraan yang terbatas.

Di Bromo, orang biasa menyaksikan terbitnya matahari di sela Gunung Bromo jika dilihat dari lereng Gunung Pananjakan. Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif dan memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut.

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi terbaik di Indonesia karena alam yang sangat indah dan keunikan budayanya. Di Bromo sudah banyak tersedia akomodasi yang memadai. Jika berkunjung pada bulan Kesada (bulan dalam kepercayaan masyarakat Bromo), kita bisa menyaksikan ritual Kesada, berupa upacara melarung hasil bumi ke kawah Gunung Bromo yang bergolak.

BARRY KUSUMA Sunrise di Bromo.
Bagi penduduk Bromo, yaitu suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan upacara dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari, setiap bulan purnama.

Transportasi

Transportasi menuju Bromo dari Surabaya bisa dikatakan sangat mudah. Di Surabaya tersedia banyak transportasi, baik bus atau mobil sewaan. Pejalan mandiri sangat disarankan menyewa mobil dari Surabaya. Sewa mobil dengan mudah didapatkan di Bandara Surabaya. Tarif sewa mobil ini sekitar Rp 550.000 per hari sudah termasuk bahan bakar dan sopir. Lama perjalanan dari Surabaya ke Bromo sekitar empat hingga lima jam. Lamanya perjalanan disebabkan kita harus melewati kota Porong yang macet akibat bencana lumpur Lapindo.

Jika ingin menuju Bromo dengan transportasi umum, dari Bandara Juanda kita bisa naik taksi menuju Terminal Purabaya/Bungurasih Surabaya. Tarifnya sekitar Rp 40.000 hingga Rp 50.000. Di terminal ini, carilah bus menuju Terminal Bayu Angga Probolinggo. Jika masih bingung, bertanyalah pada penjual tiket. Ongkos bus sekitar Rp 50.000 untuk bus tanpa AC dan Rp 80.000 untuk bus ber-AC.

BARRY KUSUMA Bersepeda di Bromo.
Untuk menuju Surabaya, naik pesawat terbang adalah polihan terbaik karena menghemat waktu. Bahkan, kita bisa menghemat biaya jika mendapatkan tiket promo. Namun, jika ingin lewat jalur darat, ada beberapa pilihan bus dari Jakarta menuju Probolinggo. Misalnya saja bus Lorena atau Pahala Kencana jurusan Jakarta–Probolinggo, dengan tarif Rp 220.000 – Rp 250.000 dan turun di Terminal Probolinggo. Namun, jika Anda mulai dari Terminal Bungurasih, naiklah bus jurusan Probolingga dan turun di terminal.

Dari Terminal Probolinggo, naiklah mobil elf atau mobil khusus menjuju kawasan Cemoro Lawang dengan tarif Rp 25.000. Sayangnya, mobil ini punya waktu operasi, hanya pukul 08.00–14.00 Dan, ingatlah bahwa elf ini baru berangkat setelah penumpang penuh.

Menyewa mobil dari Surabaya menuju Bromo sangat disarankan. Selain menghemat waktu, perjalanan pun menjadi simpel karena angkutan umum dari Surabaya menuju Bromo agak sulit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.