Kompas.com - 10/07/2013, 11:30 WIB
EditorI Made Asdhiana

Tak semua kera itu nakal. Ada juga yang sok akrab dan bersahabat, tetapi tak sedikit yang liar dan usil. Seperti menunggu majikannya, mereka siap menyambut dengan ringisannya yang khas. Meski demikian, barang-barang seperti tas, kacamata dompet, dan telepon seluler harus disimpan baik-baik, jangan sampai direbut dan dibawa kabur ke atas pohon.

Namun, agar tak diserang, pengunjung bisa menyiapkan pisang atau kacang untuk ”menyuap”-nya. Jangan khawatir karena ada 29 pemandu wisata dan penjual pisang dan kacang yang akan mengusir kera-kera nakal. Pedagang kacang atau pisang biasanya menjual satu pak isi 10 bungkus kacang dengan harga Rp 20.000 atau Rp 10.000 per empat bungkus. Pisang mole dijual Rp 10.000 untuk dua setengah sisir.

Pengunjung juga tak jalan sendiri. Dia akan diikuti pemandu dan penjual kacang/pisang. Sebab itu, perlu menyiapkan uang tips. ”Kami tidak mendapat bayaran, tetapi hanya mengandalkan keikhlasan pengunjung,” kata Imah (28).

Selain menikmati ulah kera yang jenaka, pengunjung juga bisa merasakan hawa sejuk kawasan hutan di Pulau Kembang yang banyak pohon itu. Ada pula pengunjung yang sengaja datang dengan niat atau nazar tertentu. Hal ini ditopang dengan adanya altar/kuil yang digunakan etnis Tionghoa-Indonesia untuk mewujudkan kaul atau nazar itu. Altar digunakan sebagai tempat meletakkan kembang untuk dipersembahkan kepada ”penjaga” Pulau Kambang. Di dekat altar, ada dua arca berwujud kera putih, yang dalam pewayangan disebut Hanoman.

Jika permohonan mereka dikabulkan, mereka melepaskan seekor kambing jantan yang tanduknya dilapisi emas sebagai tanda atau ucapan terima kasih kepada penjaga pulau. ”Selain itu, banyak juga yang meminta anaknya dimandikan air kembang agar hidupnya diberkati,” kata Salasiah (40), pemandu lain.

Kapal terbalik

Tradisi berziarah dan asal-usul warik di Pulau Kambang punya cerita tersendiri di kalangan masyarakat Kalsel. Konon, pada zaman dulu di Muara Sungai Barito berdiri Kerajaan Kuin yang letaknya strategis sehingga kerajaan ramai dikunjungi pedagang dari sejumlah negeri. Kerajaan memiliki patih yang sangat sakti, berani, dan gagah perkasa, Datu Pujung. Suatu hari, jung (kapal) besar China berlabuh di Sungai Barito dan ingin menguasai Kuin. Sempat terjadi ketegangan. Patih berhasil membuat jung bocor dan tenggelam.

Versi lain, pulau itu terbentuk karena kapal Inggris yang pada 1750 ditenggelamkan orang Bijui atas perintah Sultan Banjar. Selanjutnya, endapan lumpur dan batang kayu yang hanyut menimbunnya membentuk delta.

Dalam cerita yang berkembang, asal-usul banyaknya kera di pulau itu berawal saat salah satu keturunan raja di Kuin tidak dikaruniai anak. Menurut ramalan ahli nujum, jika ingin punya anak, dia harus berkunjung ke Pulau Kembang dengan menggelar upacara badudus (mandi).

Tak lama setelah ritual, keturunan raja pun hamil. Keluarga raja menyambut gembira. Seorang pegawai diperintahkan menjaga pulau agar tak ada yang mengganggunya. Si pegawai lalu membawa sepasang warik bernama Anggur, yang akhirnya beranak pinak menjadi penghuni tetap pulau. (Adi Sucipto Kisswara)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.