Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2013, 17:27 WIB
MATARAM, KOMPAS.com - Pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Mandalika Resort, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, masih terkendala lahan perorangan yang belum tuntas pembebasannya.

"Lahan itu masih menjadi masalah, dan sedang dicarikan solusi terbaiknya dalam pertemuan tadi," kata Direktur Pengembangan PT Pengembangan Pariwisata Bali (BTDC), Edwin Darmasetiawan, usai pertemuan koordinasi di ruang kerja Gubernur NTB di Mataram, Rabu (10/7/2013).

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengundang para pihak terkait pengembangan kawasan Mandalika Resort untuk bertemu di ruang kerjanya, guna membahas kendala serius dalam pengembangan kawasan pariwisata terpadu itu.

Selain Direktur Pengembangan PT BTDC, juga hadir Bupati Lombok Tengah Suhaili, dan pejabat dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) Provinsi NTB.

BTDC merupakan BUMN yang dipercayakan mengembangan kawasan Mandalika, setelah sukses mengembangkan kawasan pariwisata terpadu Nusa Dua, Bali.

Edwin mengatakan, salah satu kendala serius yakni pembebasan sekitar 135 hektare lahan perorangan dalam kawasan Mandalika Resort, agar tidak menjadi batu sandungan di kemudian hari.

Areal kawasan Mandalika yang diserahkan dalam bentuk Hak Pakai Lahan (HPL) kepada BTDC seluas 1.175 hektare, yang akan dikembangkan menjadi salah satu ikon pariwisata nasional, bahkan dunia di masa mendatang.

Dari 1.175 hektare itu, areal seluas 1.035 hektare dipastikan tidak bermasalah dari aspek kepemilikan lahan.

Namun, di kawasan Mandalika itu, juga terdapat lahan milik perorangan yang bersinggungan dengan areal kawasan Mandalika yang hendak dikelola BTDC beserta investor mitranya.

Dari 1.175 hektare itu, areal sekitar 400 hektare akan dimanfaatkan lebih dulu, dan letaknya di bagian tengah kawasan Mandalika. Dari 400 hektare itu, ada sekitar 50 hektare lahan yang masih merupakan milik perorangan sehingga harus segera dibebaskan.

Halaman:
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com