Pemkot Surabaya Siapkan Program untuk KBS

Kompas.com - 11/07/2013, 09:18 WIB
Sejumlah siswa SMP Al Hikmah Surabaya dan petugas memberi makan dua ekor gajah di Kebun Binatang Surabaya, Kamis (26/8/2010). Pemberian makan ini merupakan hadiah bagi para hewan di kebun binatang dan sebagai bentuk keprihatinan atas matinya sejumlah hewan. SURYA/SUGIHARTO Sejumlah siswa SMP Al Hikmah Surabaya dan petugas memberi makan dua ekor gajah di Kebun Binatang Surabaya, Kamis (26/8/2010). Pemberian makan ini merupakan hadiah bagi para hewan di kebun binatang dan sebagai bentuk keprihatinan atas matinya sejumlah hewan.
EditorI Made Asdhiana
SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan banyak program untuk meramaikan wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) pasca diterimanya izin Lembaga Konservasi atau pengelolaan KBS dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan sesuai rencana pemkot bakal mendatangkan seekor jerapah dari Kebun Binatang San Francisco, Amerika Serikat. Kebijakan tersebut ditujukan agar menggenapi jerapah di KBS menjadi sepasang.

"Jerapah yang ada di KBS tersebut hanya satu ekor jantan, padahal binatang memerlukan pasangan. Karena itu yang paling urgent mendatangkan jerapah lagi," kata Risma di kantor Pemkot Surabaya, Rabu (10/7/2013).

Selain itu, lanjut Risma, melalui Perusahaan Daerah (BUMD) Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, pemkot bakal merealisasikan sejumlah rencana yakni pembangunan "water treatment", "under sea world", "night zoo", dan perbaikan kandang. Pembangunan tersebut ditargetkan bakal dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini.

Untuk persoalan kesehatan satwa, Risma menerangkan yang cukup mendesak adalah merealisasikan pembangunan "water treatment". Pembangunan itu diprediksi akan menjadi salah satu solusi masalah kesehatan yang kerap menimpa satwa KBS. "Selama ini hewan sering sakit diprediksi karena kualitas air yang buruk," jelasnya.

Dia memastikan satu per satu rencana pemkot bakal direalisasikan. Dia merinci jika "under sea world" atau wahana bawah laut bakal dibangun secara bertahap, serta "night zoo" yang bakal mempertunjukkan hewan-hewan malam. "Warga Surabaya bisa melihat satwa di saat malam. KBS bakal membuat Surabaya lebih hidup," katanya.

Saat ini pemkot tinggal menunggu penyerahan KBS dari Kemenhut. Dia mengatakan, pihaknya mendelegasikan Asisten II Sekkota Surabaya M. Taswin untuk bisa mematangkan penyerahan KBS.

Sementara itu, Asisten II Sekkota Surabaya, M Taswin mengaku jika pihaknya akan membahas persiapan, tata cara, dan waktu penyerahan KBS bersama Kemenhut dan tim pengelola sementara (TPS) pada Kamis (11/7/2013). "Direksi KBS, Bawas KBS, dan instansi di pemkot juga akan hadir. Tungggu saja hasil rapatnya," ujarnya.

Menteri Kehutanan telah mengirim surat dengan Nomor S. 387/Menhut-IV/2013 perihal izin Lembaga Konservasi KBS tertanggal 3 Juli 2013 kepada Pemkot Surabaya. Dalam surat itu Menhut menyatakan sambil menunggu izin lembaga konservasi dan guna kemantapan pengelolaan KBS ke depan, maka Perusahaan Daerah yang sudah dibentuk dapat melakukan pengelolaan KBS dengan catatan.

Catatan tersebut yakni menyertakan pengelolaan teknis yang profesional di bidang lembaga konservasi, lahan tetap diperuntukkan bagi KBS dan tidak difungsikan untuk kepentingan lain. Selain itu, dalam pelaksanaannya agar berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Jatim dan Tim Pengelolaan Sementara KBS terkait pengelolaan satwa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen ke Pantai? Yuk Menyelam Virtual di Raja Ampat

Kangen ke Pantai? Yuk Menyelam Virtual di Raja Ampat

Jalan Jalan
Bentuk Mirip tapi Tekstur Tak Sama, Apa Bedanya Waffle Belgia dengan Waffle Amerika?

Bentuk Mirip tapi Tekstur Tak Sama, Apa Bedanya Waffle Belgia dengan Waffle Amerika?

Makan Makan
Resep Gampang Waffle, Bikin Sendiri di Rumah

Resep Gampang Waffle, Bikin Sendiri di Rumah

Makan Makan
New Normal, Pelaku UMKM Makanan Diminta Utamakan Higienitas dan Digitalisasi

New Normal, Pelaku UMKM Makanan Diminta Utamakan Higienitas dan Digitalisasi

Whats Hot
Apa Bedanya Waffle dengan Pancake? Berbahan Sama tapi Rasa Tak Serupa

Apa Bedanya Waffle dengan Pancake? Berbahan Sama tapi Rasa Tak Serupa

Makan Makan
Apa Itu Waffle? Makanan Khas Negara Mana dan Sejarahnya

Apa Itu Waffle? Makanan Khas Negara Mana dan Sejarahnya

Makan Makan
Resep Membuat Golgappa, Makanan India pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Resep Membuat Golgappa, Makanan India pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Asal-usul Golgappa, Makanan India yang Disantap Shah Rukh Khan pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Asal-usul Golgappa, Makanan India yang Disantap Shah Rukh Khan pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Apa Itu Golgappa? Makanan India yang Muncul pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Apa Itu Golgappa? Makanan India yang Muncul pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Wisata Bukittinggi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Wisata Bukittinggi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Jalan Jalan
4 Resep Oreo Supreme Versi KW, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

4 Resep Oreo Supreme Versi KW, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

Makan Makan
Apa Itu SIKM? Surat Izin Keluar Masuk untuk Naik Pesawat ke Jakarta

Apa Itu SIKM? Surat Izin Keluar Masuk untuk Naik Pesawat ke Jakarta

Whats Hot
Tempat Wisata di Sukabumi Diserbu Wisatawan Saat Pandemi Corona

Tempat Wisata di Sukabumi Diserbu Wisatawan Saat Pandemi Corona

Whats Hot
Resep Mudah Membuat Tteokbokki, Street Food Korea pada The World of The Married

Resep Mudah Membuat Tteokbokki, Street Food Korea pada The World of The Married

Makan Makan
Sering Makan Tteokbokki? Ini Asal-usul Tteokbokki Saus Gochujang

Sering Makan Tteokbokki? Ini Asal-usul Tteokbokki Saus Gochujang

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X