Kompas.com - 11/07/2013, 14:45 WIB
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Madura di Jawa Timur bukan sekadar dikenal dengan karapan sapi ataupun garamnya. Ada hal lain yang perlu Anda buru, yaitu keindahan penuh warna batik madura yang memiliki nilai seni dan bercita rasa tinggi.

Sejak dahulu sebenarnya pulau Madura merupakan salah satu sentra batik di Indonesia dan tidak kalah bergairahnya dengan daerah batik lain di Indonesia seperti Solo, Yogyakarta, Cirebon, atau Pekalongan.

Anda dapat menemukan keindahan corak dan motif batiknya dengan warna yang tegas dan berani. Meski tampak kasar, bukan berarti batik madura murahan. Keistimewaan batik ini adalah warnanya yang semakin lama akan semakin cerah.

Di Madura sendiri, membatik merupakan budaya yang diwariskan turun-temurun. Corak dan ragamnya begitu bebas dan unik. Satu helai kain batiknya dibuat dengan keterampilan individu secara satuan kain. Bahkan saat ini pun mereka masih mempertahankan cara tradisional pembuatannya dengan ditulis menggunakan bahan pewarna alami yang ramah lingkungan.

Ciri batik madura adalah memiliki warna yang cerah dan beragam seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna-warna tersebut dihasilkan dari pewarna alam yaitu soga alam seperti mengkudu dan tingi untuk warna merah. Daun tarum untuk warna biru, kulit mundu ditambah tawas untuk efek warna hijau. Warna terang dan gelapnya dihasilkan melalui lamanya perendaman kain selama 1 hingga 3 bulan, bahkan ada yang mencapai 1 tahun. Perendaman ini juga akan membuat warna kain batik lebih awet dari biasanya.

Batik madura memiliki banyak tarikan garis pada satu desainnya. Ragam motifnya diambil dari motif tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatiknya. Batik Madura terdiri dari berbagai motif batik sesuai daerahnya. Batik pesisiran memiliki motif dan warna yang berani, sedangkan batik pedalaman bercorak klasik dan cenderung redup warna. Hal tersebut terkait  dengan sifat masyarakat pesisir yang terbuka dari pengaruh budaya luar.

Ciri khas lain batik madura adalah banyaknya garis yang terpampang dalam satu desainnya. Tiap desain batik tersebut pun memiliki cerita masing-masing yang menggambarkan keseharian rakyat Madura. Bagaimana, menarik bukan?

Temukan keindahan batik madura di berbagai pelosok Pulau Madura seperti Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, dan Sampang. Terutama itu temukan di Tanjungbumi (Bangkalan) dan di Pamekasan.

Di Pamekasan, Anda dapat memburu motif batik dengan warna-warna yang tajam dan cerah seperti Sekarjagat, Keong Mas, Matahari, Daun Memba (daun mojo), dan Gorek Basi. Beberapa motif batik Pamekasan sudah didaftarkan seperti: Keraben Sapeh, Sakereh, Kempeng Saladerih, Padih-kepa, dan Manik-manik.

Di Sumenep, Anda dapat menemukan batik dengan corak satu warna saja meskipun tetap bernuansa warna cerah.

Di Bangkalan lah perburuan Anda dipuaskan, tepatnya di Tanjungbumi, Anda dapat bertemu dengan eksotiknya batik madura yang dibuat dengan teknik khusus dengan nama batik gentongan. Batik Bangkalan termasuk kategori batik pesisiran dan bukan batik pedalaman.  Oleh karena itu, coraknya beragam dan berwarna cerah.

Motif batik bangkalan lebih dari seribu jenis. Nama motifnya terkait gambar apa dan cara pewarna yang dikonsonankan dengan bahasa daerah setempat. Nama-nama motif tersebut diantaranya adalah ramo, banjar ramo, rongterong, perkaper, rawan, serat kayu, panca warna, dan sebagainya.

Batik tulis bangkalan dikerjakan selama 1 minggu dan dijual dengan harganya Rp 50.000 - Rp 75.000. Sementara batik tulis sutra bangkalan dikerjakan selama 1 hingga 2 bulan dan dijual seharga Rp 500.000 - Rp 1.000.000. Akan tetapi, yang paling mahal dan paling terkenal dari batik bangkalan adalah batik gentongan.

DOK INDONESIA.TRAVEL Batik madura.
Di zaman dahulu, proses batik gentongan ini menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bisa mencapai 1 tahun hanya untuk sepotong batik gentongan. Motifnya sangat rumit dan detil. Untuk mendapatkan satu warna saja memerlukan perendaman minimal 6 minggu di dalam gentong khusus. Nah, saat ini proses pembuatan batik gentongan ini masih dipertahankan masyarakat Tanjungbumi. Anda dapat membelinya di sana.

Batik gentongan merupakan batik khas Tanjungbumi. Cirinya memiliki warna yang sangat cerah, beragam, dan pengerjaannya yang halus. Kebanyakan mempunyai  motif sik melaya, kembang randu, ola-ola, burung hong, panji susi, dan lain sebagainya.

Batik gentongan dikerjakan paling cepat 1 tahun. Prosesnya direndam dalam gentong selama 6 bulan kemudian setelah digambar,  batik belum jadi itu direndam lagi selama 3 sampai 4 bulan. Harga selembar kain batik gentongan yang halus bisa mencapai hingga Rp 3,5 juta. Harga tersebut tergantung dari tingkat kesulitan desain dan lamanya proses pembuatan. Saat ini batik gentongan termasuk yang paling banyak diminati para kolektor.

Awalnya para istri penduduk Tanjungbumi membuat batik untuk mengisi waktu luang sambil menunggu suami mereka pulang melaut. Di desa Tanjungbumi setidaknya ada sekitar 900 perajin batik. Remaja di desa ini mahir membuat batik.

Anda dapat meluangkan waktu dan memberanikan diri untuk belajar membatik. Penduduk Tanjungbumi akan dengan senang hati dan sabar mengajar Anda dengan menyediakan kain yang sudah tersedia motif bersama canting dan cairan lilinnya. Tidak perlu takut salah karena tersedia kain contoh dan Anda baru akan dialihkan pada kain siap jual setelah cukup mahir membatik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Indonesia Fokus Bidik Turis Asal Arab Saudi

Alasan Indonesia Fokus Bidik Turis Asal Arab Saudi

Travel Update
8 Tempat Wisata Dekat Taman Bunga Celosia Semarang

8 Tempat Wisata Dekat Taman Bunga Celosia Semarang

Jalan Jalan
Bukit Nilo, Lokasi Patung Bunda Maria Segala Bangsa Setinggi 28 Meter

Bukit Nilo, Lokasi Patung Bunda Maria Segala Bangsa Setinggi 28 Meter

Jalan Jalan
Daftar Dokumen yang Diperlukan untuk Buat Visa Schengen

Daftar Dokumen yang Diperlukan untuk Buat Visa Schengen

Travel Tips
Festival Jogja Kota 2022 Kenalkan Potensi Budaya 4 Kemantren Yogyakarta

Festival Jogja Kota 2022 Kenalkan Potensi Budaya 4 Kemantren Yogyakarta

Travel Update
[POPULER TRAVEL] Hari Libur dan Cuti Bersama 2023 | Batik Air ke Vietnam

[POPULER TRAVEL] Hari Libur dan Cuti Bersama 2023 | Batik Air ke Vietnam

Travel Update
Catat, Cara Beli Tiket Ancol Online untuk Libur Akhir Tahun

Catat, Cara Beli Tiket Ancol Online untuk Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
Hotel di Bali Ini Beri Promo Menginap untuk Nataru Mulai Rp 2,5 Juta

Hotel di Bali Ini Beri Promo Menginap untuk Nataru Mulai Rp 2,5 Juta

Travel Promo
Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Batik Air dan Thai Lion Air Rute Internasional Akan Pindah ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Isu KA Argo Parahyangan Dihapus Saat Ada Kereta Cepat, KAI Ikut Pemerintah

Travel Update
5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

5 Tempat Nobar Piala Dunia 2022 di Jakarta, Ada yang Suasananya Mirip Qatar

Jalan Jalan
Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Wisata ke Malang, Kunjungi Spot Gerbong Trem di Kayutangan Heritage

Jalan Jalan
Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Pandemi hingga Longsor Persulit Gunungkidul Capai Target Pendapatan Sektor Wisata Tahun 2022

Travel Update
Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Sejarah Loji Gandrung di Kota Solo yang Jadi Tempat Ngunduh Mantu Kaesang

Jalan Jalan
Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Biaya Bikin Visa Schengen, Syarat Berkunjung ke Sejumlah Negara Eropa

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.