Kompas.com - 12/07/2013, 14:17 WIB
Benteng Marlborough di Bengkulu, Selasa (14/2/2012). Benteng peninggalan Inggris ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOBenteng Marlborough di Bengkulu, Selasa (14/2/2012). Benteng peninggalan Inggris ini didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.
EditorI Made Asdhiana
BENGKULU, KOMPAS.com - Sebanyak 37 orang turis asal Eropa menginap di dalam 20 mobil caravan di halaman belakang Benteng Marlborough, Kota Bengkulu. "Mereka menginap semalam di dalam mobil caravan di belakang dan samping benteng," kata Kepala Seksi Pemasaran UPT Pemanfaatan Obyek Wisata dan Aset Daerah Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Almidianto, Jumat (12/7/2013).

Sebanyak 20 mobil caravan milik turis asal Jerman, Swiss dan negara lainnya di Eropa itu beristirahat di belakang dan samping kanan Benteng Marlborough.

Menurut Almidianto, sebelumnya rombongan turis tersebut baru melaksanakan perjalanan dari Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat lalu memasuki wilayah Bengkulu. "Mereka sudah menginap dua malam di Mukomuko, karena menurut mereka pantainya bagus," katanya.

Setelah mengunjungi Kota Bengkulu, para turis itu berencana melanjutkan perlayanan menuju Muaraenim, Sumatera Selatan, dan akhirnya meninggalkan Pulau Sumatera untuk kemudian menuju Pulau Jawa.

Salah seorang turis asal Jerman, Uli kepada wartawan mengatakan bahwa dia sangat terkesan dengan keberadaan Benteng Marlborough di Kota Bengkulu.

Benteng peninggalan kolonial Inggris itu menjadi saksi penting dalam sejarah Bengkulu di masa lalu. "Kami akan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Selatan lalu ke Lampung hingga ke wilayah Timur Indonesia," ujarnya.

Hasron Rangkuti, pemandu para wisatawan itu mengatakan bahwa mereka memulai perjalanan dari Dumai, Riau, lalu masuk ke wilayah Danau Toba, Sumatera Utara. "Setelah keliling Danau Toba, kami masuk ke Sumatera Barat dan lanjut ke Bengkulu," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harson menambahkan, para turis itu mengalami satu kendala yakni kondisi jalan di Sumatera yang sempit sedangkan mobil caravan mereka berukuran besar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

Travel Tips
Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.