Kompas.com - 13/07/2013, 11:30 WIB
EditorI Made Asdhiana
"Di atas sungai maapung rumah kayu bahatap daun, dinding basusun sirih palindung, panaduh pacang hidup jukung di higa bajarat intang tanjak (di atas sungai ada rumah kayu terapung, atapnya daun rumbia, dinding bersusun sirih, di sisi rumah ada sampan terikat tiang)".

Sekilas lirik awal lagu berjudul ”Manapuk Banyu di Apar” (Menepuk Air di Talam) karya Anang Ardiansyah, maestro lagu Banjar, ini menggambarkan bagaimana rumah lanting yang dipakai sebagai tempat berlindung dengan jukung sebagai tempat mencari penghidupan dulu banyak menghiasi sungai. Kini, seiring perkembangan zaman, keberadaan rumah khas masyarakat Banjar ini perlahan hilang.

Lanting telah digantikan oleh rumah panggung yang lebih permanen meski lokasinya masih sama, yakni di atas permukaan sungai. Bedanya, rumah lanting laksana rakit, mengapung. Rumah permanen yang ada saat ini menggunakan tiang panjang yang menancap di tepian sungai.

Rumah lanting bisa ditemukan, antara lain, di Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di kawasan itu, kita bisa melihat rumah lanting yang masih dipakai untuk tempat tinggal atau kios yang menjajakan kebutuhan sehari-hari mengapung di tepian Sungai Kuin yang bermuara ke sungai besar Barito.

Salah satu lanting yang dipakai untuk tempat tinggal adalah milik Hilmi (50), yang ada di depan rumah Ma’in (35). Dari luar, yang tampak hanya bangunan kayu berwarna abu-abu lantaran catnya pudar dimakan usia. Rumah berukuran 7 meter x 4 meter itu fondasinya menancap di beberapa gelondong kayu berdiameter besar. Untuk pelampung, biasanya dipilih jenis kayu yang ringan.

Baru di atas pelampung disusun rangka dasar lantai (gelagar). Biasanya gelagar dibuat dari kayu ulin (Eusideroxylon zwageryi) yang diikatkan pada pelampung memakai pancang dari besi. Setelah itu baru disusun dinding (tawing) berbahan papan. Seiring perkembangan, kini atap rumah lanting terbuat dari seng, bukan lagi rumbia seperti pada masa lalu.

Seperti rumah lainnya, lanting milik Hilmi juga memiliki pintu (lawang) yang menghadap ke sungai dan daratan. Rumah itu dilengkapi jendela kecil (lalungkang) di sisi kiri dan kanan. Bagian dalam terdiri atas ruang tamu dan ruang tidur. Adapun kamar kecil ada di luar, terpisah dari bangunan induk.

Agar tidak larut terbawa air, lanting itu diikat pada tiang kayu yang menancap di dasar sungai. Untuk memudahkan mobilitas penghuninya terdapat titian sempit dari kayu yang menghubungkan rumah dengan daratan atau rumah lain.

”Rumah saya ini dulu juga lanting sebelum akhirnya berubah menjadi rumah panggung tahun 1990-an,” ujar Ma’in.

Rumah bergoyang

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Merespons Keinginan Putin, Kapan Penerbangan Moskwa-Bali Dibuka Lagi?

Travel Update
Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Museum Bank Indonesia Buka 7 Juli, Catat HTM dan Ketentuan Masuk

Travel Update
Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Museum Istana Hong Kong Dibuka untuk Umum

Travel Update
Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Travel Update
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Travel Tips
Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.