Kompas.com - 15/07/2013, 07:49 WIB
EditorI Made Asdhiana

Setelah selesai, lantas produk diangin-anginkan sehari. Setelah itu barulah dilakukan pembakaran. Proses pembakaran biasanya dilakukan sekitar 1-2 jam. Bila membakar
menggunakan sekam maka hasilnya akan berwarna hitam. Jika menggunakan kayu, hasilnya
berwarna merah. Faktor panas api betul-betul diperhatikan agar pembakaran merata.

Selanjutnya proses mempercantik produk pun tak kalah pentingnya dengan menggunakan
rotan dan sebagainya. Tampilan produk pun akan semakin cantik dan membuat wisatawan
tertarik untuk membeli.

Di Desa Banyumulek itu pula, selain wisatawan bisa melihat proses pembuatan juga bisa melihat langsung hasil produk yang sudah mengalami proses akhir dan siap dijual di Pasar
Seni Banyumulek. Lokasinya tak jauh dari tempat para perajin membuatnya.

Melihat berbagai produk gerabah yang dihasilkan para perajin di Banyumulek ini, pasti keinginan Anda untuk membeli muncul seketika. Apalagi produk yang dipajang benar-benar menarik dan sesuai selera pasar. Patut digarisbawahi membawa kerajinan khas Banyumulek sebagai suvenir perlu ekstra hati-hati karena mudah pecah.

Kendi Maling

Tentu saja, yang menarik perhatian wisatawan saat memasuki Pasar Seni Banyumulek adalah kendi maling. Bentuknya seperti kendi biasa, yakni sebagai tempat menyimpan air untuk diminum. Yang unik adalah cara mengisi air ke dalam kendi tersebut. Kalau kendi biasa mengisi air tentu dari atas, di mana kendi paling atas berlubang sebagai tempat memasukkan air.

"Namun kendi maling ini beda," kata Surya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Surya mendemonstrasikan cara mengisi air ke dalam kendi maling di Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (1/7/2013).
Surya lantas memeragakan cara mengisi air ke kendi maling. Dia membalikkan kendi maling dan mengisi air dari bawah. Saat air sudah penuh, maka kendi dikembalikan lagi ke posisi semula. Dan airnya tidak tumpah! Rata-rata kapasitas kendi maling ini sebanyak 0,5 liter air. Harga kendi maling sebesar Rp 75.000.

Selain kendi maling, masih banyak lagi suvenir yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh dari
Desa Banyumulek. Ada keramik setinggi 1 meter dihargai Rp 125.000. Ada pula lonceng kecil
dari tanah liat seharga Rp 15.000.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Hasil karya para perajin gerabah dipajang di Pasar Seni Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pasar Seni Banyumulek di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.