Panitia Lomba Layang-layang Diminta Utamakan Aspek Keselamatan

Kompas.com - 19/07/2013, 14:37 WIB
Festival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOFestival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Anggota DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja mengingatkan panitia lomba Layang-Layang 2013 di Padanggalak, Kota Denpasar, dapat memberi jaminan keamanan bagi peserta dan penonton untuk menghindari jatuhnya korban jiwa seperti tahun lalu.

"Panitia harus memberi jaminan keselamatan bagi peserta maupun penonton kegiatan lomba layang-layang tersebut, karena pengalaman tahun 2012 terjadi peristiwa hingga seorang penonton meninggal dunia akibat layang-layang jatuh dan menimpa anak tersebut," katanya di Denpasar, Jumat (19/7/2013).

Ia mengatakan pihaknya mengapresiasi lomba layang-layang tradisional sebagai pelestarian kebudayaan Bali, tetapi panitia harus memperhatikan aspek-aspek lainnya.

"Panitia harus memikirkan aspek lainnya. Termasuk juga jadwal peserta untuk ke arena lomba layang-layang. Karena sekarang kerap sekali peserta mengganggu lalu lintas sebab jalan raya adalah milik umum," kata politikus asal Nusa Dua, Kabupaten Badung itu.

Ia menyarankan panitia dan peserta lomba menuju lokasi perlombaan tidak pada jam sibuk kerja, misalnya malam hari. Karena kegiatan lomba layang-layang sudah mengganggu dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang dilewati peserta lomba.

"Kami amati setiap kegiatan lomba layang-layang hampir semua ruas jalan yang dilewati peserta menjadi macet. Karena perilaku arogan peserta yang membawa layangan yang akan diadukan tersebut sehingga wisatawan pun kecewa dengan kemacetan tersebut," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, peserta sama sekali tidak memikirkan aspek yang lain, mereka hanya menggelar lomba dan menentukan tempat saja. Yang lain sama sekali tidak dipikirkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Padahal lomba layang-layang tersebut sudah menjadi agenda tahunan, dan digelar sudah sampai lebih 20 kali, tetapi kelihatannya panitia tidak ada evaluasi untuk berbenah diri ke depannya," ucap Atmaja.

Ia juga mengharapkan ke depan panitia memberikan batasan ukuran dan lebar layang-layang. Termasuk juga menyarankan panitia agar membuat aturan kalau bisa dengan sistem "knock down" atau bongkar pasang, sehingga saat membawa layangan itu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Panitia harus memikirkan sistem layangan bongkar pasang, sehingga bisa dirangkai di lokasi perlombaan. Ini akan menghemat waktu dan tempat. Kami pikir sistem teknologi bongkar pasang bisa digunakan," ujarnya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.