Pembangunan Mandalika Resort Dimulai dari Tanjung Aan

Kompas.com - 20/07/2013, 20:25 WIB
Pantai Tanjung Aan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPantai Tanjung Aan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS.com - Pembangunan kawasan pariwisata terpadu Mandalika Resort di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan dimulai dari Tanjung Aan.

"Dimulai dari Tanjung Aan karena selain itu salah satu bagian terindah juga di lokasi itu kurang bermasalah soal lahan," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Perizinan Terpadu (PT) NTB, Lalu Bayu Windya di Mataram, Sabtu (20/7/2013).

Bayu mengatakan, pembangunan kawasan Mandalika tahap pertama melibatkan Club Med, PT MNC Land Tbk dan PT Gobel Internasional, yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan Mandalika Smart Resort pada 22 Januari 2013.

Club Méditerranee atau yang lebih dikenal dengan Club Med merupakan perusahaan Perancis yang bergerak di bidang resor dan memiliki cabang di seluruh dunia, dan biasanya terdapat di lokasi eksotis. Perusahaan operator hotel dan resort ternama di dunia itu dimiliki oleh Henri Giscard d’Estain, putra dari mantan Presiden Prancis periode 1974-1981 Giscard d’Estaing.

Sedangkan PT MNC Land merupakan bagian dari MNC Group, yang dalam kiprahnya selama dua dasawarsa telah berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu pengembang terkemuka di Indonesia. Demikian pula PT Gobel Internasional yang merupakan salah satu perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia.

Pada 21 Januari 2013, Henri Giscard d’Estain selaku pemilik Club Med meninjau lokasi yang hendak dikembangkan, Mandalika Smart Resort. Henri didampingi Komisaris Utama PT MNC Land Tbk Budi Rustanto, dan Presiden Direktur PT Gobel Internasional Rahmat Gobel.

Bahkan, Henri yang didampingi CEO Club Med Asia Tenggara Heidi Kunkel, membawa serta konsultan dan desainer hotel eksotis dari Perancis.

Peninjauan lapangan pimpinan ketiga investor pengembangan kawasan pariwisata terpadu di Mandalika, Lombok bagian selatan itu, juga didampingi Direktur Pengembangan PT BTDC Edwin Darma Setiawan.

BTDC merupakan BUMN Indonesia yang dipercayakan mengembangkan kawasan terpadu itu, karena dianggap sukses mengembangkan kawasan Nusa Dua, Bali.

BTDC dan investor mitranya MNC Land dan Gobel Internasional mengajak Club Med untuk berkolaborasi membangun dan mengelola hotel berbintang serta fasilitas pendukungnya terkait pariwisata eksotis, yang akan dinamai Mandalika Smart Resort.

MNC Land dan Gobel Internasional yang berkolaborasi dengan Club Med akan membangun lapangan golf pada area seluas 90 hektare dan dua unit hotel berbintang pada areal seluas 30 hektare, atau masing-masing 15 hektare. "Kabar terbaru, awal September 2013, kolaborasi tiga investor skala internasional itu akan mulai membangun sesuai perencanaan," tambah  Bayu.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X