Kompas.com - 25/07/2013, 10:14 WIB
Sejumlah jukung warga mengantarkan wisatawan menuju tengah laut melalui kawasan Lovina, Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (2/6/2013), sekitar pukul 05.00 Wita. Mereka mencari lumba-lumba yang setiap pagi berenang. Aktivitas tersebut menjadi wisata lumba-lumba andalan warga yang membuat populer kawasan. KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Sejumlah jukung warga mengantarkan wisatawan menuju tengah laut melalui kawasan Lovina, Pantai Binaria, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (2/6/2013), sekitar pukul 05.00 Wita. Mereka mencari lumba-lumba yang setiap pagi berenang. Aktivitas tersebut menjadi wisata lumba-lumba andalan warga yang membuat populer kawasan.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengharapkan jalur kedatangan wisatawan domestik lewat darat diubah dari Gilimanuk-Denpasar yang sebelumnya melintasi Kabupaten Tabanan menjadi melewati Kabupaten Buleleng.

"Jadi nanti wisatawan domestik itu masuk ke Denpasar dengan lewat Buleleng. Dengan demikian, paling tidak wisatawan dapat menginap sehari di daerah kami," katanya di Denpasar, Rabu (24/7/2013).

Suradnyana menyampaikan pendapat itu saat rapat evaluasi capaian program Pemprov Bali semester I/2013. Menurut dia, jika jalur kedatangan itu diubah, Pemkab Buleleng akan menyiapkan fasilitas akomodasi wisata yang diperlukan.

"Pemindahan jalur ini juga akan segera dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan di Buleleng. Apalagi di daerah kami juga akan dibangun bandara baru," ucapnya.

RICO SINAGA Lumba-lumba di Pantai Lovina, Singaraja, Bali.
Bupati juga mengharapkan dapat direalisasikan jalan memotong berbagai tikungan menuju Kabupaten Buleleng. "Hal tersebut tidak saja dapat memperpendek jarak menuju kawasan Bali utara, sekaligus untuk pemerataan ekonomi dan berdampak psikologis pada masyarakat yang ke Buleleng karena mereka tidak harus sampai mabuk," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika menanggapi harapan dari Bupati Buleleng menyarankan supaya terlebih dahulu jalan-jalan di Buleleng diperlebar.

Mantan Kapolda Bali itu sepakat diperlukan jalan untuk memotong berbagai tikungan maupun jembatan menuju Kabupaten Buleleng. "Tetapi kalau pembangunan jalan itu menembus gunung saya tidak setuju, saya takut keluar lumpur," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, jumlah wisatawan domestik yang ke Bali, setiap tahun rata-rata mencapai lima juta orang.

KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Pemandian Yeh Sanih di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki keunikan sebagai obyek wisata unggulan di wilayah utara
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata Baru Bernuansa Bali di Klaten

Jalan Jalan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Travel Update
Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Wisata Gunungkidul Buka, Ribuan Wisatawan Kunjungi Pantai Baron

Travel Update
Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Seluruh Tempat Wisata Bantul Buka, Wisatawan Diimbau Gunakan Transaksi Nontunai

Travel Update
Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Beli Tiket Kereta Api Jarak Jauh Wajib Pakai NIK Mulai 26 Oktober 2021

Travel Update
Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

Mau Wisata Sejarah Sambil Menikmati Alam Bawah Laut? Coba Diving Bernuansa Perang Dunia II di Morotai

BrandzView
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat jika Ada Diskresi dari Satgas Covid-19

Travel Update
Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Panduan Berwisata ke Pos Bloc Jakarta, Jangan Datang Sore

Travel Tips
Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Yogyakarta PPKM Level 2, Taman Pintar Mulai Dikunjungi Wisatawan

Travel Update
5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

5 Aktivitas Wisata di Pos Bloc Jakarta, Santai di Bean Bag sampai Foto-foto

Jalan Jalan
Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Wisata ke Pos Bloc Jakarta, Ada Apa Saja?

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

3 Tempat Wisata Sekitar Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Ada Gunung Kelir

Jalan Jalan
Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Rute Tercepat ke Kitagawa Pesona Bali, Kampung Bali di Wonogiri

Travel Tips
Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Wisata Gunungkidul Resmi Dibuka

Travel Update
3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

3 Aktivitas di Kitagawa Pesona Bali Wonogiri, Lihat Pertunjukan Budaya

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.