Kompas.com - 31/07/2013, 12:08 WIB
Wisatawan asyik menikmati air panas alami di pantai di Dusun Air Panas Tulehu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (20/7/2013). KOMPAS/A PONCO ANGGOROWisatawan asyik menikmati air panas alami di pantai di Dusun Air Panas Tulehu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (20/7/2013).
EditorI Made Asdhiana
BERWISATA ke Pulau Ambon, Maluku, jangan hanya menikmati keindahan pantai atau pesona bawah lautnya. Pergilah ke Tulehu, negeri (desa) di sebelah timur Ambon, di Kabupaten Maluku Tengah. Di sana, Anda dapat menikmati kehangatan air panas alami.

Gerimis membasahi Tulehu, satu sore, pertengahan Juli lalu. Mengabaikan air hujan, warga Tulehu justru ramai berkumpul di pantai berpasir putih di Dusun Air Panas Tulehu. Asap putih mengepul di dekat tempat mereka berkumpul.

Asap muncul bersamaan dengan terus keluarnya air panas alami dari balik pasir pantai. Dengan menggunakan gayung, warga mengambil air itu dan membasahi sekujur tubuh mereka. ”Panas, airnya! Kalau sedang hujan seperti sekarang memang paling enak mandi di pantai ini dengan air panas alami,” kata Jamal Lestaluhu (30), warga Tulehu.

Ketika air laut surut, biasanya pada sore hari, air panas alami itu bisa dinikmati. Namun, tidak ketika sedang pasang, air laut akan menutup seluruh sumber air panas alami di pantai itu. ”Makanya setiap sore, pantai ini selalu ramai orang mandi air panas alami,” ucap Jamal.

Tak hanya di pantai, sumber air panas alami juga ada di laut, sekitar 300 meter dari pantai di Dusun Air Panas. Penanda lokasi sumber air panas ini adalah bebatuan yang tak beraturan bentuknya yang terlihat menembus permukaan laut. ”Yang di laut itu paling panas airnya. Saking panasnya, bisa digunakan untuk masak telur,” kata Jamal.

Sumber air panas di Dusun Air Panas bukanlah hal baru. Menurut sejumlah warga, air panas telah dimanfaatkan Jepang saat menguasai Ambon, lebih dari separuh abad lalu.

Kala itu, Jepang membuat tempat-tempat mandi dari batu di pantai. Kini semuanya hancur. Namun, batu pembentuk fondasi dan dinding masih ditemukan, berserakan di pantai.

Tidak hanya di Dusun Air Panas, air panas alami juga bisa dinikmati di Tulehu. Sumber air panas alami menyembur pula dari dasar sungai di kawasan hutan Hatuasa. Di titik air panas keluar, Pemandian Air Panas Hatuasa dibuat pada 1993.

Meski air panas yang menyembur bercampur dengan air sungai, kehangatan air panas alami masih sangat terasa.

Bersebelahan dengan Pemandian Hatuasa, ada pula Pemandian Air Panas Talanghaha. Usianya lebih muda dari Hatuasa. Pemandian baru dioperasikan mulai 2008. Saat itu, pemiliknya, Abdul Karim Lestaluhu (56), menggali tanah tidak jauh dari sungai dan menemukan sumber air panas alami.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Bandara Halim Perdanakusuma Tutup Sementara per 26 Januari

Travel Update
Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Travel Tips
14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Travel Tips
Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Jalan Jalan
Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.