Kuliner Kaki Lima Harus Dilestarikan

Kompas.com - 31/07/2013, 20:54 WIB
Berbagai jenis makanan khas Maluku Utara yang berbahan dasar sagu, ubi, dan ikan tampil dalam pesta kuliner masakan Maluku Utara di Festival Teluk Jailolo, 2013, di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (18/5/2013). Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini bertujuan untuk mengangkat budaya suku-suku di Halmahera Barat dan juga potensi pariwisatanya.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOBerbagai jenis makanan khas Maluku Utara yang berbahan dasar sagu, ubi, dan ikan tampil dalam pesta kuliner masakan Maluku Utara di Festival Teluk Jailolo, 2013, di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (18/5/2013). Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini bertujuan untuk mengangkat budaya suku-suku di Halmahera Barat dan juga potensi pariwisatanya.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Hidangan makanan yang ditawarkan kuliner kaki lima kebanyakan adalah masakan tradisional. Dengan demikian, menurut pakar kuliner Bondan Winarno, hal tersebut menjadi alasan mengapa kuliner kaki lima harus dilestarikan.

"Yang dijadikan makanan kaki lima kebanyakan makanan tradisional. Makanya resep kuliner tradisional akan bertahan di kaki lima," ujar Bondan saat ditemui di sela-sela penganugerahan World Street Food Master di Gandaria City, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Bondan melanjutkan, makanan kaki lima seharusnya juga menjadi "comfort food" yakni makanan yang aman dan nyaman dikonsumsi oleh perut. "Kalau kita mengonsumsi makanan kaki lima itu jangan sampai ada keracunan makanan. Makanya manajemen penyajian makanannya juga harus benar," ujarnya.

Dalam World Street Food Congress yang diselenggarakan Juni 2013 di Singapura, dibahas tiga hal penting yang menjadi fokus kajian mengenai kuliner kaki lima. Penggagas dan pendiri World Street Food Council, KF Seetoh menjelaskan, hal yang pertama adalah pelestarian pedagang kaki lima.

Pelestarian, lanjut Seetoh, adalah bagaimana agar pedagang kaki lima tak tergusur dengan para pedagang makanan modern. Begitupun dengan resep-resep makanan yang mereka bawa yang sebagian adalah makanan tradisional.

"Yang kedua adalah bagaimana membantu pedagang kaki lima tersebut bisa lebih profesional. Dari sisi penyajian makanan, higienis, serta manajemen pengelolaan warung mereka," tutur Seetoh.

Yang ketiga, lanjut Seetoh, adalah terciptanya kesempatan atau peluang usaha bagi pedagang kuliner kaki lima. Jika usahanya telah maju, pedagang kaki lima juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. "Tujuannya adalah bagaimana street food bisa menjadi bagian kuliner dunia," kata Seetoh.

WWW.REKOMENDASI.ME Gudeg ayam paha bawah.
World Street Food Congress adalah kongres kuliner yang diselenggarakan pertama pada tahun ini. Tujuan digelarnya kongres adalah memberikan pengakuan terhadap kuliner kaki lima.

Rangkaian acara selama kongres berlangsung terdapat tiga kegiatan utama, yakni jambore makanan, dialog kuliner kaki lima dengan para pakar seperti Anthony Bourdain, James Oseland, KF Seetoh, William Wongso, Bondan Winarno, dan Johnny Chan.

Serta yang terakhir adalah pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang dianggap telah berjasa menempatkan kuliner kaki lima di tempat yang lebih layak.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
Ketep Pass Buka Lagi,  5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Ketep Pass Buka Lagi, 5 Gunung Terlihat Jelas Jika Cuaca Cerah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X